Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Terima Dipecat Karena Kasus Asusila, Eks Polisi Gugat Kapolda NTT ke PTUN Kupang

Tak Terima Dipecat Karena Kasus Asusila, Eks Polisi Gugat Kapolda NTT ke PTUN Kupang Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - JI tidak terima telah dipecat dengan tidak hormat oleh atasannya yakni Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Lotharia Latif. Sebagai perlawanan dia menggugat sang Kapolda ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, menegaskan keputusan memecat JI sudah dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku di dalam lingkungan Polri. Menurutnya, setiap anggota yang melanggar selalu dilaksanakan pembinaan untuk memperbaiki kesalahannya.

"Sebelum Kapolda memutuskan PTDH telah melalui rapat dewan pertimbangan pimpinan dengan melibatkan pimpinan di masing-masing pimpinan satuan kerja," kara Rishian, dalam rilis diterima wartawan, Senin (22/11).

Mengacu fakta persidangan, JI disebut telah menghamili seorang wanita hingga melahirkan. Namun mencoba lepas tanggung jawab, malah menyuruh wanita itu untuk menggugurkan kandungan dengan alasan akan mengganggu pekerjaannya.

Fakta lainnya, JI juga melakukan hubungan badan dengan perempuan lain sebanyak tiga kali tanpa hubungan pernikahan. Terlebih, yang bersangkutan juga ketahuan melakukan pelanggaran disersi atau meninggalkan tugas tanpa alasan yang sah dan tanpa ijin dari pimpinan lebih dari 30 hari (pelanggaran kumulatif).

"Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi institusi (Polda NTT) karena tidak ada hal yang meringankan bagi pelaku selama proses sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), tidak hanya ia telah melakukan perbuatan asusila dengan menghamili seorang wanita dan berhubungan badan dengan beberapa wanita tanpa hubungan pernikahan,ia juga telah melakukan disersi," ujar merinci.

Dengan mempertimbangkan fakta-fakta itulah, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, mengambil langkah tegas dengan memecat JI. Kapolda harus melindungi masyarakat dari kesewenang-wenangan dan arogansi oknum anggota Polda NTT.

"Mereka yang dinilai telah melakukan pelecehan serta merendahkan harkat dan martabat perempuan sebagai kelompok rentan yang seharusnya mendapat perlindungan," kata Rishian.

Terkait gugatan dilayangkan JI, Rishian membenarkan dan mengakui pihaknya sudah menerima surat dari PTUN Kupang. Polda NTT menyebut setiap warga negera berhak mengajukan gugatan termasuk mantan polisi dengan pangkat terakhir Bripda.

"Namun dalam institusi Kepolisian telah mengatur secara jelas bagaimana proses penegakan disiplin dan kode etik profesi bagi setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran," jelas Rishian.

Sebagai tindak lanjut, Polda NTT telah menyiapkan langka hukum untuk berhadapan dengan JI di persidangan PTUN, selaku pihak tergugat.

"Polda NTT siap dan akan menyiapkan tim untuk menghadapi gugatan tersebut," imbuhnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Jelang Cuti, Para Taruna Akpol Tampan Ini Diberi Pesan dari Komandan, Dilarang Hidup Mewah hingga Jaga Nama Baik
Jelang Cuti, Para Taruna Akpol Tampan Ini Diberi Pesan dari Komandan, Dilarang Hidup Mewah hingga Jaga Nama Baik

Isi pesannya aykni agar tak melakukan pelanggaran hingga hidup bermewah-mewahan.

Baca Selengkapnya
Kakanwil NTT Buka Suara soal Kabar Sipir Pukuli Tahanan Berulang Kali, Petugas Sudah Disanksi
Kakanwil NTT Buka Suara soal Kabar Sipir Pukuli Tahanan Berulang Kali, Petugas Sudah Disanksi

Baik sipir maupun tahanan saling lapor ke pihak Kepolisian

Baca Selengkapnya
7 Bulan Tanpa Tempurung Kepala Akibat Kecelakaan, Bangun dari Koma Prajurit TNI AD Ini yang Diingat Hanya Tasbih
7 Bulan Tanpa Tempurung Kepala Akibat Kecelakaan, Bangun dari Koma Prajurit TNI AD Ini yang Diingat Hanya Tasbih

Seorang prajurit TNI asal Merauke menceritakan pengalamannya saat hidup tanpa tempurung kepala selama 7 bulan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bocil Ngamuk dan Histeris sama Dua Polisi dan TNI jadi Sorotan, Ternyata Gara-Garanya ini
Bocil Ngamuk dan Histeris sama Dua Polisi dan TNI jadi Sorotan, Ternyata Gara-Garanya ini

Dia tak segan memukul dua polisi dan TNI. Rupanya, hal itu bukan tanpa sebab.

Baca Selengkapnya
TNI Ungkap Peran 13 Prajurit Tersangka Penganiayaan Anggota KKB di Papua
TNI Ungkap Peran 13 Prajurit Tersangka Penganiayaan Anggota KKB di Papua

TNI Ungkap Peran 13 Prajurit Tersangka Penganiayaan Anggota KKB di Papua

Baca Selengkapnya
Jenderal Polisi Napak Tilas ke Tempat Pertama Kali Berkarier, Bertemu Tetangga lalu Sowan ke Senior
Jenderal Polisi Napak Tilas ke Tempat Pertama Kali Berkarier, Bertemu Tetangga lalu Sowan ke Senior

Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule napak tilas ke rumah dinas pertama hingga bertemu banyak tetangga hingga senior.

Baca Selengkapnya
Ayahnya Tentara Anaknya Diberi Nama Satuan Bantuan Tempur di TNI AD, Kini Jadi Jenderal Bintang 2 di Polri
Ayahnya Tentara Anaknya Diberi Nama Satuan Bantuan Tempur di TNI AD, Kini Jadi Jenderal Bintang 2 di Polri

Sosok jenderal polisi ini miliki nama dari satuan bantuan tempur milik TNI AD. Ternyata ada cerita di baliknya.

Baca Selengkapnya
Tembak Pemulung Perempuan, Anggota TNI AU di Palu Diproses Hukum
Tembak Pemulung Perempuan, Anggota TNI AU di Palu Diproses Hukum

Seorang anggota TNI AU menembak seorang pemulung Jerni (25) di Palu, Sulawesi Tengah pada Kamis (11/7) petang sekitar pukul 17.30 Wita.

Baca Selengkapnya
Pernikahan Tamtama TNI Tamunya Jenderal, Sosok Sang Istri Curi Perhatian
Pernikahan Tamtama TNI Tamunya Jenderal, Sosok Sang Istri Curi Perhatian

Momen pernikahan seorang prajurit TNI berpangkat Praka dan wanita cantik sukses mencuri perhatian.

Baca Selengkapnya