Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Sadarkan Diri Usai Penghitungan Suara, Petugas Pemilu di Solo Meninggal Dunia

Tak Sadarkan Diri Usai Penghitungan Suara, Petugas Pemilu di Solo Meninggal Dunia Ketua KPPS di Sleman meninggal. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Petugas Pemilu 2019 di Solo yang meninggal dunia bertambah lagi. Agung Nugroho (31), pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kalurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, meninggal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, Senin (29/4) pukul 15.30 WIB.

"Kami baru saja mendapatkan kabar duka, pengawas TPS Kalurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, atas nama Agung Nugroho meninggal dunia," ujar Arif Nuryanto, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo.

Menurut kabar yang diterimanya, setelah selesai proses pungut hitung suara, Agung Nugroho tak sadarkan diri. Ia beberapa hari masuk unit gawat darurat (UGD) RS PKU Muhammadiyah Solo untuk mendapatkan perawatan.

"Kami mohon doanya, semoga almarhum husnul khatimah," kata dia.

Menurut rencana jenazah almarhum akan dikebumikan di Astana Pracimaloyo, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Berangkat dari rumah duka Karangasem RT 03/IV, Laweyan, Solo, Selasa (30/4) siang. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Mela Siti Malikah dan seorang putra, M Fatih Ozil Nugroho.

Dengan meninggalnya Agung Nugroho, jumlah petugas pemilu yang meninggal di Kota Solo menjadi 4 orang. Sebelumnya Alek Robikson, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 20 Nusukan, Banjarsari, Solo, meninggal dunia, Jumat (26/4) malam.

Sedangkan dua petugas lainnya yang mendahului adalah, Suratin (54) anggota KPPS di TPS 147 di Perum Tegal Asri RT 03 RW 22, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari yang meninggal Kamis pekan lalu dan Pamuji Ruswandi (46), anggota KPPS TPS 70 Kelurahan Nusukan, yang meninggal dunia, Sabtu dua pekan lalu.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP