Tak penuhi standar keamanan, operasional gedung baru RSUD Depok ditunda

Rabu, 14 Februari 2018 02:31 Reporter : Nur Fauziah
ilustrasi rumah sakit. Shutterstock/sfam_photo

Merdeka.com - Operasional Gedung B-D Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok terpaksa ditunda. Pasalnya dari hasil observasi Komisi D DPRD Kota Depok ditemukan sejumlah hal.

"Ada beberapa faktor diantaranya kalibrasi listrik, standar keamanan K3 berupa Ram yang harus dibangun hingga lantai delapan," kata Ketua Komisi D DPRD Depok, Pradana Mulyoyunanda saat menghadiri Forum Renja RSUD Depok, di Bumi Wiyata, Selasa (13/2/2018).

Pihaknya mendorong RSUD untuk secepatnya mengoperasikan Gedung B-D, jika telah selesai tahapan selanjutnya. "Setelah ini akan ada rapat lagi mengenai kelanjutan gedung baru RSUD Depok. Kami berharap segera selesai agar dapat melayani masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Asloeah Madjri menampik jika Gedung B-D RSUD meleset dari rencana awal. Namun, tertunda karena masih dalam proses finishing agar dalam melakukan pelayanan nanti, masyarakat akan terpuaskan.

"Operasional rumah sakit itu beda dengan perkantoran, selesai dibangun bisa langsung digunakan. Rumah sakit itu komperhensif baik dari SDM, sarpras dan infrastrukturnya semua harus disiapkan dengan matang," katanya.

Percepatan pembangunan terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak Rumkim. Jika dioperasikan lada tahun 2017, IPAl-nya belum memadai. Ada beberapa faktor infrastruktur penunjang seperti Ram, IPAL, penambahan daya listrik yang beberapa waktu lalu belum memadai.

"Sehingga belum dapat dioperasionalkan gedung baru RSUD Depok," ujarnya.

Saat ini sudah memadai, IPAL sudah ada, Ram juga sudah, listrik kami tambah dari 1.700watt menjadi 5.000watt. Untuk fasilitas air PDAM akan segera masuk, tadinya belum ada jaringannya.

Sementara untuk fasilitas alat kesehatan di gedung tersebut dikatakannya telah memadai. Namun begitu, jumlah ICU ada 9 unit tidak mungkin dioperasikan berbarengan karena alkes dan SDM nya harus dipenuhi terlebih dahulu. Pihaknya tidak mau menggunakan SDM yang amatir namun ada SDM khusus yang menangani itu.

"Kami merekrut SDM non PNS dengan sebutan perawat khusus yang jumlahnya mencapai 25-30 orang. Menggunakan pansel, proses pendaftaran sudah selesai, sekarang proses penyaringan saja," tandasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Rumah Sakit
  2. Depok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini