Tak Hanya Imbau, Pemerintah Juga Harus Siap Evakuasi WNI dari Daerah Konflik

Rabu, 8 Januari 2020 21:31 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Tak Hanya Imbau, Pemerintah Juga Harus Siap Evakuasi WNI dari Daerah Konflik Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon meminta pemerintah agar tak hanya mengeluarkan imbauan, melainkan juga upaya evakuasi WNI dari kawasan konflik. Ini menanggapi konflik Iran-AS.

"Warga Indonesia mestinya selain imbauan juga ada langkah evakuasi ke wilayah yang lebih aman ya. Saya kira ini terjadi di Libya ada evakuasi dan sebagainya. Apalagi wilayah Iraq itu Green Zone, wilayah itu hanya si Green zone yang dianggap aman. Di luar itu tidak aman," kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/1).

Dia menambahkan, contingency plan juga pun selaiknya disiapkan. Sebagai persiapan kalau-kalau eskalasi konflik tersebut memanas.

"Menurut saya perlu ya, terutama negara lain sudah melakukan. Kita tidak tahu perkembangan apa yang akan terjadi. Akan cooling down atau justru meningkat eskalasinya," ujar dia.

Sebagai informasi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mengeluarkan rilis yang berisi imbauan agar semua WNI yang berada di kawasan konflik untuk terus waspada. WNI diminta mengikuti informasi dari otoritas setempat terutama yang terkait dengan perkembangan situasi dan keamanan di masing-masing negara.

"Dan kita meminta para WNI kita untuk segera menghubungi KBRI, KJRI jika memerlukan bantuan," pesan Menlu, Retno Marsudi.

Dalam rilis tersebut, Kemenlu juga mencantumkan hotline perwakilan Indonesia di negara Timur Tengah.

"Tidak hanya di Teheran, di Baghdad, tetapi juga di wilayah-wilayah sekitarnya, just in case WNI kita memerlukan bantuan. Karena sekali lagi kita yakin kalau kita bicara mengenai kawasan, maka jumlah WNI kita akan lebih 1 juta," jelasnya.

"Dan di Kementerian Luar Negeri sendiri, crisis center sudah dihidupkan dan ada nomor telepon yang kita masukkan di dalam rilis Kementerian Luar Negeri pagi ini."

Retno Marsudi menyampaikan, pihaknya juga telah mematangkan contingency plan jika eskalasi semakin memanas. Pekan lalu, sejak pembunuhan Sulaimani, langsung dilakukan koordinasi dengan para Dubes di negara terkait untuk menyusun contingency plan, untuk antisipasi apabila eskalasi akan terus meningkat.

"Dan kemarin saya juga sudah bicara dengan panglima, untuk menyampaikan segala kemungkinan yang dapat terjadi," kata Retno.

"Sambil kita mengamati perkembangan, kita akan terus mengamati secara dekat sekali mengenai masalah warga negara Indonesia," pungkasnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini