Tahukah Kamu? Edukasi Poltekkes Kemenkes Ungkap Bahaya Boraks dan Manfaat Briket Anti Nyamuk
Poltekkes Kemenkes gelar edukasi penting tentang bahaya boraks pada makanan dan inovasi briket pengusir nyamuk. Simak bagaimana kegiatan ini memberikan solusi nyata bagi masyarakat!
Dosen pengajar dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi penting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan boraks pada makanan serta memperkenalkan inovasi pemanfaatan briket sebagai pengusir nyamuk yang ramah lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes dalam memberikan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan dan lingkungan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 9 September ini, menjadi wadah bagi warga Makassar untuk mendapatkan pemahaman langsung dari para ahli. Dr. Ashari Rasyid, salah seorang pengajar Poltekkes Kemenkes, menjelaskan bahwa edukasi ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat. Melalui pendekatan langsung, Poltekkes Kemenkes berharap dapat menekan angka penggunaan bahan berbahaya dan mempromosikan praktik hidup sehat.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat dan solusi praktis. Edukasi ini tidak hanya sebatas teori, melainkan juga menunjukkan bagaimana bahan-bahan lokal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan. Poltekkes Kemenkes secara konsisten berupaya menghadirkan inovasi yang telah teruji secara ilmiah untuk kemaslahatan bersama.
Mewaspadai Bahaya Boraks dalam Makanan
Boraks, yang sejatinya merupakan pengawet kayu atau bahan baku keramik dan kaca, masih sering ditemukan dalam makanan yang beredar di masyarakat. Keberadaan boraks ini tentu menimbulkan kekhawatiran serius akan dampaknya terhadap kesehatan. Poltekkes Kemenkes menyadari urgensi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang risiko yang ditimbulkan oleh zat kimia berbahaya ini.
Dr. Ashari Rasyid menegaskan, "Boraks masih lazim ditemukan di tengah masyarakat padahal sangat berbahaya bagi tubuh. Karena itu kami ingin memberikan rasa aman sekaligus pemahaman kepada masyarakat." Edukasi yang diberikan mencakup identifikasi makanan yang mungkin mengandung boraks serta alternatif pengawet alami yang lebih aman. Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi makanan.
Paparan boraks dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, ginjal, hingga saraf. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya boraks menjadi krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat. Poltekkes Kemenkes tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh.
Inovasi Briket Anti Nyamuk dari Limbah
Selain boraks, Poltekkes Kemenkes juga memperkenalkan inovasi briket anti nyamuk yang memanfaatkan limbah atau sampah di sekitar lingkungan. Inovasi ini menjadi solusi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah nyamuk, khususnya di daerah perkotaan. Pemanfaatan limbah menjadi briket tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menyediakan alat pengusir nyamuk tanpa bahan kimia berbahaya.
Ashari menjelaskan, "Kegiatan hari ini adalah bentuk pengabdian masyarakat dari jurusan kesehatan lingkungan. Topiknya terkait briket untuk mengurangi nyamuk dengan memanfaatkan limbah atau sampah yang ada di sekitar kita. Briket ini bisa membuat nyamuk lumpuh tanpa bergantung pada bahan kimia berbahaya." Proses pembuatan briket ini juga diajarkan kepada masyarakat, memungkinkan mereka untuk memproduksinya sendiri secara mandiri.
Briket ini bekerja dengan mengeluarkan aroma atau zat tertentu yang tidak disukai nyamuk, bahkan dapat membuat nyamuk lumpuh tanpa membahayakan manusia atau hewan peliharaan. Inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana penelitian ilmiah dapat diterapkan langsung untuk memecahkan masalah sehari-hari. Keberhasilan briket ini telah melalui serangkaian uji coba di lingkungan kampus sebelum diperkenalkan kepada publik.
Konsistensi Pengabdian Poltekkes Kemenkes
Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes telah melalui prosedur ilmiah yang ketat di kampus. Ashari menyatakan, "Sebelum diterapkan di masyarakat, penelitian dilakukan di Poltekes terlebih dahulu." Hal ini menunjukkan komitmen Poltekkes dalam memastikan bahwa setiap solusi yang ditawarkan berbasis data dan teruji keamanannya.
Poltekkes Kemenkes memiliki rekam jejak panjang dalam melayani masyarakat sejak tahun 2000-an. Layanan ini tidak hanya terbatas pada jurusan kesehatan lingkungan, tetapi juga mencakup fisioterapi, gizi, keperawatan, hingga analis kesehatan. Semua layanan, termasuk pemeriksaan kesehatan, diberikan secara gratis, menunjukkan dedikasi Poltekkes terhadap kesejahteraan publik.
Lurah Banta-Bantaeng, Adi Muliady, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi dan ketulusan para dosen Poltekkes. "Kami sangat berterima kasih atas ketulusan Poltekes yang turun langsung ke masyarakat. Mereka tidak hanya memberi pemahaman, tapi juga solusi nyata untuk persoalan lingkungan dan kesehatan," ujar Adi. Kegiatan kolaborasi antara kelurahan dan Poltekkes ini telah berjalan sejak tahun 2022, menandakan keberlanjutan program yang positif bagi warga.
Sumber: AntaraNews