Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan, telah melaksanakan kegiatan diseminasi dan pelatihan teknologi pengemasan produk olahan ikan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola produk pangan mereka secara lebih efektif.
Kegiatan penting ini dilaksanakan pada pekan pertama November 2025 di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir, sebuah lokasi strategis yang dikenal dengan potensi wisata kulinernya. Pelatihan tersebut secara khusus menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan.
Dr. Merynda Indriyani Syafutri, Ketua Tim Diseminasi dan Pelatihan Teknologi Pengemasan Produk Olahan Ikan Prodi THP Unsri, menjelaskan bahwa desa tersebut memiliki potensi besar. Namun, pengolahan dan penjualan produk olahan ikan dari Desa Burai belum didukung dengan pengemasan dan penyimpanan yang memadai, sehingga perlu sentuhan inovasi.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Inovasi Pengemasan untuk Produk Lokal
Desa Burai, yang terletak di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, telah ditetapkan sebagai Desa Wisata sejak tahun 2017. Salah satu daya tarik utamanya adalah wisata kuliner dan pusat penghasil makanan oleh-oleh, menjadikan desa ini memiliki potensi ekonomi yang signifikan.
Produk olahan ikan dari Desa Burai, seperti kerupuk, kemplang, tekwan, dan pempek, sangat diminati oleh masyarakat luas. Meskipun demikian, kurangnya dukungan dalam hal teknologi pengemasan dan penyimpanan yang baik menjadi hambatan serius dalam pengembangan dan pemasaran produk-produk tersebut.
Dr. Merynda Indriyani Syafutri menjelaskan, "Hal tersebut menjadi permasalahan dalam pengembangan, keberlanjutan, serta pemasaran produk olahan ikan Desa Burai." Permasalahan ini mendorong akademisi Unsri untuk berkontribusi melalui keahlian mereka.
Advertisement
Sebagai wujud peran dan kontribusi akademisi, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unsri membantu masyarakat Desa Burai. "Dengan sentuhan teknologi pengemasan dan penyimpanan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk olahan ikan masyarakat Desa Burai," tambahnya.
Advertisement
Penerapan Teknologi Pengemasan Ikan yang Efektif
Dalam pelatihan ini, anggota tim kegiatan, Citra Defira MSi, memperkenalkan berbagai teknologi pengemasan dan penyimpanan produk olahan ikan. Materi pelatihan mencakup produk-produk populer seperti kemplang, kerupuk, pempek, dan berbagai jenis makanan beku (frozen food) berbahan dasar ikan.
Citra Defira MSi menegaskan pentingnya proses ini, "Pengemasan adalah kegiatan membungkus, melindungi, dan menata produk dengan menggunakan wadah atau bahan tertentu agar produk tetap aman, bersih, menarik, dan tahan lama hingga sampai ke tangan konsumen." Pemahaman ini menjadi dasar dalam pengembangan produk.
Anggota tim lainnya, Syifa Robbani S.TP., MT, memberikan detail lebih lanjut mengenai metode pengemasan. Produk olahan ikan yang kering, seperti kemplang panggang dan kerupuk, dapat dikemas menggunakan plastik polipropilen dan diikat dengan kabel tis atau ditutup menggunakan alat penyegel kemasan (sealer).
Advertisement
Selain itu, penggunaan kemasan makanan praktis seperti standing pouch yang dilengkapi dengan desain berdiri dan klip, serta penambahan label stiker, dapat membuat produk lebih menarik di mata konsumen. Untuk produk seperti pempek beku, Syifa Robbani menyarankan, "Produk olahan ikan seperti pempek beku dapat dikemas menggunakan kemasan vakum dan dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu beku, sehingga dapat mempertahankan kualitas olahan ikan."
Advertisement
Dukungan dan Dampak Positif bagi Masyarakat
Kegiatan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan ini disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sekretaris Desa Burai, Arianto, bersama perangkat desa lainnya, serta Koordinator Penyuluh Desa Burai, Nofran, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Unsri.
Sekdes Arianto mengungkapkan antusiasme masyarakat, "Masyarakat Desa Burai yang mengembangkan usaha rumah tangga pembuatan makanan olahan ikan sangat membutuhkan edukasi mengenai cara melakukan pengemasan produknya agar tahan lama dan menarik." Edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas dan daya jual produk.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Burai dapat menerapkan Teknologi Pengemasan Ikan yang diajarkan. Peningkatan kualitas pengemasan dan penyimpanan tidak hanya akan memperpanjang masa simpan produk, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews