Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Senin, 16 September, menegaskan bahwa Taman Budaya memiliki potensi besar. Ia menyebutnya sebagai pusat kegiatan seni dan budaya yang krusial bagi pemajuan kebudayaan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta. Hal ini sejalan dengan gelaran temu karya Taman Budaya se-Indonesia 2025 yang diselenggarakan di Kalimantan Selatan.
Menurut Fadli, fungsi ini sangat tepat untuk mewujudkan amanat konstitusi Pasal 32 ayat 1. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat berkontribusi signifikan bagi peradaban dunia.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Taman Budaya dalam Ekosistem Kebudayaan
Dalam kesempatan temu karya di Kalimantan Selatan, Fadli Zon menyerukan pentingnya kolaborasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Ini penting di tengah transformasi digital dan tantangan global.
Fadli menekankan bahwa masyarakat harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Namun, adaptasi tersebut tidak boleh melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang telah ada.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan penuh. Dukungan ini diberikan untuk penyelenggaraan kegiatan penting di Bumi Lambung Mangkurat.
Advertisement
Temu karya ini menjadi momentum krusial untuk menjadikan Taman Budaya sebagai ekosistem. Ekosistem tersebut harus hidup, dinamis, dan selalu dekat dengan masyarakat luas.
Advertisement
Definisi dan Harapan Kolaborasi untuk Taman Budaya
Fadli Zon menjelaskan secara rinci definisi dari Taman Budaya itu sendiri. “Taman Budaya adalah pusat kegiatan seni dan budaya yang berfungsi sebagai ruang terbuka atau kawasan terpadu untuk pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan apresiasi terhadap berbagai bentuk ekspresi budaya, baik tradisional maupun modern,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan ini menaruh harapan besar pada kolaborasi. Ia berharap ada kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Tujuannya adalah memajukan kebudayaan Indonesia dan mewujudkan industri budaya serta kreatif.
Fadli mengusulkan adanya “matching fund” atau dana padanan. Dana ini diharapkan berasal dari pemerintah dan kalangan swasta atau korporasi. Ini untuk bersama-sama memajukan museum, cagar budaya, dan taman-taman budaya di daerah.
Advertisement
Menurutnya, inisiatif ini akan menjadikan fasilitas tersebut sebagai garda terdepan. Mereka berperan penting dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan di masing-masing daerah.
Advertisement
Seni Budaya sebagai Pemersatu Bangsa
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa Taman Budaya adalah bukti nyata. Seni dan budaya mampu menjadi pemersatu dari seluruh keragaman di Indonesia.
Hasnuryadi menekankan pentingnya melestarikan kekuatan seni budaya yang dimiliki bangsa. Kekuatan ini harus terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisi yang telah mengakar.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama bangsa di masa depan. Dengan demikian, identitas nasional dapat terus terjaga dan berkembang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews