Tahukah Anda, Polres Lingga Latih Petani Jagung Adaptif Iklim untuk Ketahanan Pangan Lokal, Panen Raya Capai Ton!

Polres Lingga Latih Petani Jagung untuk ketahanan pangan, mengedukasi adaptasi iklim. Program ini telah menghasilkan panen tonan, meski tantangan cuaca dan hama masih ada. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Polres Lingga Latih Petani Jagung Adaptif Iklim untuk Ketahanan Pangan Lokal, Panen Raya Capai Ton!
Polres Lingga Latih Petani Jagung untuk ketahanan pangan, mengedukasi adaptasi iklim. Program ini telah menghasilkan panen tonan, meski tantangan cuaca dan hama masih ada. Simak detailnya! (Merdeka.com)

Polres Lingga bersama masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, aktif menginisiasi program penanaman jagung. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga membekali petani dengan pengetahuan adaptasi iklim. Program ini telah dimulai sejak awal tahun 2025 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting. Program ini mengedukasi petani mengenai pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan demi panen optimal. Edukasi adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi fokus utama dalam upaya ini.

Hingga kini, program penanaman jagung ini telah mencakup 30 hektare lahan di berbagai desa. Dua jenis jagung ditanam, yaitu jagung pipil untuk pakan ternak dan jagung manis untuk konsumsi. Panen perdana sudah dilakukan pada April 2025, menghasilkan 500 kg jagung.

Upaya Polres Lingga dalam Ketahanan Pangan Nasional

Program penanaman jagung oleh Polres Lingga ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program penanaman serentak 1 juta hektare oleh Mabes Polri. Inisiatif ini selaras dengan Astacita bidang ketahanan pangan nasional. Tujuannya adalah mewujudkan kemandirian pangan dari tingkat desa.

Berbagai panen telah berhasil dilakukan di Kabupaten Lingga. Setelah panen perdana di Daik Lingga, panen selanjutnya di bulan Agustus mencapai 1,5 ton di Kecamatan Singkep Barat. Panen terbaru pada Sabtu (6/9) menghasilkan 2,5 ton di lahan 2 hektare, juga di Singkep Barat.

Meskipun demikian, panen perdana di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, belum mencapai hasil optimal. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem seperti hujan deras yang menyebabkan banjir. Gangguan hama juga turut mempengaruhi produktivitas tanaman jagung di lokasi tersebut.

Meskipun ada tantangan, Kapolres Pahala Martua Nababan menyatakan dampak positif program ini signifikan. "Meski hasil panen belum optimal, ada dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas pertanian warga," ujarnya. Polres Lingga akan terus mendorong program ini sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

Adaptasi Iklim dan Tantangan Budidaya Jagung

Program Polres Lingga Latih Petani Jagung ini tidak lepas dari tantangan alam. Faktor cuaca seperti tingginya curah hujan menjadi kendala utama. Serangan hama juga seringkali mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.

Namun, keberhasilan panen yang telah dilakukan membuktikan ketangguhan petani dan aparat kepolisian. Semangat gotong royong antara Polres Lingga dan masyarakat setempat menjadi kunci. Ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama solid, kemandirian pangan dapat terwujud.

Dari total 30 hektare lahan yang disiapkan untuk budidaya jagung di Kabupaten Lingga, 3 hektare lahan telah berhasil dipanen. Budidaya akan terus berlanjut secara bertahap. Tujuannya adalah agar seluruh lahan yang disiapkan dapat menghasilkan panen optimal.

Polres Lingga berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan produktif semacam ini. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani desa menjadi prioritas utama. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi