Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini melaksanakan ibadah oikumene di Medan. Kegiatan rohani ini bertujuan untuk mendoakan kedamaian dan stabilitas bangsa Indonesia di tengah berbagai dinamika yang ada.
Kepala Polda Sumut, Inspektur Jenderal Polisi Whisnu Hermawan Februanto, menjelaskan bahwa ibadah tersebut merupakan manifestasi keseimbangan antara pelaksanaan tugas kedinasan dan penguatan kehidupan rohani. Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta John Saragih ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh para pejabat utama (PJU) Polda Sumut.
Seluruh peserta ibadah bersama-sama memanjatkan doa untuk keamanan dan kedamaian bangsa Indonesia, menunjukkan komitmen Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan fisik tetapi juga spiritual. Kegiatan ini menegaskan bahwa personel Polda Sumut tidak hanya bekerja keras menjaga keamanan, tetapi juga menguatkan diri melalui doa.
Advertisement
Advertisement
Keseimbangan Tugas dan Penguatan Rohani
Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa ibadah oikumene ini adalah cerminan dari komitmen Polda Sumut dalam menjaga keseimbangan antara tugas profesional dan kebutuhan spiritual. Menurutnya, aspek rohani sangat penting untuk mendukung kinerja personel dalam melayani masyarakat dengan hati yang tulus dan integritas.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara anggota Polda Sumut yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pelaksanaan tugas kepolisian.
Kapolda berharap, melalui kebersamaan dalam doa ini, Sumatera Utara akan senantiasa kondusif, masyarakat merasa tenang, dan bangsa Indonesia selalu diberkahi kedamaian. Ini menunjukkan bahwa kekuatan spiritual dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Advertisement
Advertisement
Sinergitas dan Semangat Kebinekaan Polri
Whisnu Hermawan Februanto juga menyoroti pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antarumat beragama di lingkungan Polri. Ia menekankan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam menjalankan tugas negara.
Kebersamaan yang terjalin dalam ibadah oikumene ini adalah cerminan nyata dari semangat kebinekaan yang harus terus dipupuk dan dijaga. Momen ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi seluruh personel untuk terus berbuat baik, menjaga persatuan, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Suasana ibadah yang penuh kebersamaan ini mencerminkan komitmen Polda Sumut dalam menjaga keamanan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui doa dan pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kedamaian di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Advertisement
Dalam konteks yang lebih luas, upaya menjaga kedamaian bangsa juga terlihat dari inisiatif lain, seperti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah, di Hambalang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk berdialog dan mengajak masyarakat agar kembali lebih tenang, menunjukkan adanya upaya kolektif dari berbagai pihak untuk menjaga stabilitas nasional.
Sumber: AntaraNews