Tahukah Anda? Mendiktisaintek Dorong Inovasi Riset Perguruan Tinggi untuk Kejar Target Negara Maju 2045

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya Inovasi Riset Perguruan Tinggi sebagai motor penggerak transformasi bangsa, demi capai target Indonesia Maju 2045. Bagaimana strateginya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Mendiktisaintek Dorong Inovasi Riset Perguruan Tinggi untuk Kejar Target Negara Maju 2045
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya Inovasi Riset Perguruan Tinggi sebagai motor penggerak transformasi bangsa, demi capai target Indonesia Maju 2045. Bagaimana strateginya? (Merdeka.com)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto baru-baru ini menekankan urgensi inovasi berbasis riset, sains, dan teknologi. Penekanan ini harus dimulai dari lingkungan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan melalui keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu (20/9).

Inisiatif ini bertujuan untuk mengakselerasi kemajuan negara dan memanfaatkan potensi demografis yang dimiliki Indonesia. Perguruan tinggi diharapkan menjadi motor utama transformasi ini. Langkah strategis ini sangat krusial untuk mengangkat Indonesia dari jebakan pendapatan menengah.

Menurut Brian Yuliarto, posisi dan kebutuhan negara saat ini adalah peningkatan riset dan hilirisasi industri. Sinergi kuat antara riset dasar dan terapan diperlukan. Ini penting untuk mencapai standar sebagai negara maju pada tahun 2045.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan untuk keluar dari status negara berpendapatan menengah. Untuk itu, dibutuhkan terobosan signifikan dalam berbagai sektor. Peningkatan riset dan hilirisasi industri di bidang sains dan teknologi menjadi prioritas utama.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral. Kampus harus menjadi garda terdepan dalam mendorong inovasi. "Posisi dan kebutuhan negara kita saat ini adalah peningkatan riset dan hilirisasi industri di bidang sains dan teknologi. Perguruan tinggi harus bisa menjadi motor transformasi ini," kata Brian.

Sinergi antara riset dasar dan riset terapan sangat diperlukan. Kolaborasi ini akan memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah. Namun juga dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Brian Yuliarto menggarisbawahi bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas menghasilkan riset akademik. Lebih dari itu, kampus harus memastikan proses hilirisasi berjalan efektif. Hal ini bertujuan agar inovasi dapat memberi dampak positif bagi industri dan masyarakat luas.

Kampus diharapkan menjadi klaster pertumbuhan yang energik. Ini berarti perguruan tinggi harus mampu menciptakan ekosistem inovasi yang dinamis. Ekosistem ini akan mendorong lahirnya produk dan layanan baru berbasis sains dan teknologi.

Pemerintah menargetkan peningkatan penguasaan sains dan teknologi hingga 12 kali lipat dari posisi saat ini. Target ambisius ini memerlukan komitmen kuat dari seluruh elemen perguruan tinggi. Ini juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah untuk tercapainya tujuan tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perguruan tinggi. Dukungan ini bertujuan agar kampus dapat berperan sebagai lokomotif pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi. Dampak positif yang dihasilkan diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menargetkan Indonesia mencapai status negara maju pada tahun 2045. Oleh karena itu, percepatan inovasi berbasis riset menjadi sangat vital.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah turut menyuarakan pentingnya kolaborasi. Ia berharap akselerasi riset dan inovasi dapat diperoleh dengan mempererat kerja sama antar-kampus. "Kedaulatan teknologi tidak bisa dilepaskan dari alokasi riset dan pengembangan yang optimal. Harapannya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi berbasis riset dan inovasi," ucap Heri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi