Tahukah Anda? Kerusakan Infrastruktur Akibat Demo Bisa Dihukum, Kementerian PU Ingatkan Jaga Fasilitas Publik

Kementerian PU mengingatkan bahaya Kerusakan Infrastruktur publik saat demo. Pasca kericuhan di Bandung, Jembatan Pasupati diperiksa. Mengapa menjaga fasilitas umum penting?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kerusakan Infrastruktur Akibat Demo Bisa Dihukum, Kementerian PU Ingatkan Jaga Fasilitas Publik
Kementerian PU mengingatkan bahaya Kerusakan Infrastruktur publik saat demo. Pasca kericuhan di Bandung, Jembatan Pasupati diperiksa. Mengapa menjaga fasilitas umum penting? (Merdeka.com)

Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak setiap warga negara, namun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa tindakan perusakan infrastruktur publik tidak dapat dibenarkan. Imbauan ini disampaikan menyusul serangkaian aksi unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung pada kericuhan. Pihak berwenang mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum sebagai aset bersama.

Di Bandung, kericuhan demonstrasi pada Jumat (29/9) malam lalu mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas. Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah pembakaran videotron yang menempel pada struktur beton Jembatan Prof Mochtar Kusumaatmadja, atau dikenal sebagai Jembatan Pasupati. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kondisi struktural jembatan ikonik tersebut.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV, Alik Mustakim, menyampaikan harapannya agar masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur. Ia menekankan bahwa meskipun unjuk rasa adalah hak, vandalisme dan perusakan tidak diinginkan oleh siapa pun. Kementerian PU segera mengambil langkah antisipatif untuk memeriksa dampak Kerusakan Infrastruktur ini.

Pengecekan Struktur Jembatan Pasupati Pasca-Kericuhan

Pasca-kericuhan demonstrasi yang terjadi pada 29-30 September 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan bahwa struktur jalan layang Prof Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati di Kota Bandung tetap aman digunakan. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional DKI Jakarta - Jawa Barat segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jembatan tersebut. Tim teknis diturunkan pada Senin untuk mengidentifikasi kondisi struktural, khususnya pada titik yang terdampak pembakaran videotron.

Alik Mustakim menjelaskan bahwa secara kasat mata, infrastruktur Jembatan Pasupati terlihat dalam kondisi baik dan telah dilewati kendaraan dengan aman sejak Jumat malam. Meskipun demikian, identifikasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada Kerusakan Infrastruktur tersembunyi. Tim dari Balai Jembatan akan mengolah hasil identifikasi teknis secara mendalam.

Pengecekan ini merupakan bagian dari tugas rutin untuk memastikan keamanan dan kelayakan infrastruktur jalan. Optimisme terhadap hasil yang baik disampaikan oleh pihak Kementerian PU, namun mereka tetap menunggu laporan teknis resmi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga aset publik dari potensi Kerusakan Infrastruktur.

Dampak Kericuhan dan Pentingnya Menjaga Fasilitas Publik

Demonstrasi yang berakhir ricuh di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Bandung, telah menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Di Bandung, insiden pada 29-30 Agustus 2025 menyebabkan Kerusakan Infrastruktur dan fasilitas umum lainnya. Ini termasuk aset MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda.

Selain itu, Gedung DPRD Jawa Barat, 10 unit sepeda motor, warung makan, dan infrastruktur di bawah Jembatan Pasupati juga mengalami kerusakan. Kerugian ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga mengganggu pelayanan publik dan aktivitas masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Masyarakat diingatkan bahwa fasilitas publik seperti jalan, jembatan, dan gedung pemerintahan adalah milik bersama yang dibangun dengan dana rakyat. Oleh karena itu, menjaga dan merawatnya adalah tanggung jawab kolektif. Kerusakan Infrastruktur akibat vandalisme tidak hanya merugikan negara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang bergantung pada fasilitas tersebut.

Berikut adalah daftar beberapa Kerusakan Infrastruktur dan fasilitas yang terdampak akibat kericuhan di Bandung:

  • Aset MPR RI di Jalan Diponegoro
  • Rumah makan Sambara
  • Satu rumah warga di Jalan Gempol
  • Dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda
  • Gedung DPRD Jawa Barat
  • 10 unit sepeda motor
  • Warung makan lainnya
  • Infrastruktur di bawah Jembatan Pasupati (termasuk pembakaran videotron)

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi