Tahukah Anda, Donor Darah Wujud Nyata Cinta Kasih Ajaran Buddha? Kemenag Apresiasi Aksi Kemanusiaan di Manado

Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi kegiatan Donor Darah Ajaran Buddha di Manado sebagai wujud nyata nilai kebajikan. Ingin tahu bagaimana aksi ini perkuat solidaritas umat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Donor Darah Wujud Nyata Cinta Kasih Ajaran Buddha? Kemenag Apresiasi Aksi Kemanusiaan di Manado
Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi kegiatan Donor Darah Ajaran Buddha di Manado sebagai wujud nyata nilai kebajikan. Ingin tahu bagaimana aksi ini perkuat solidaritas umat? (AntaraNews)

Aksi kemanusiaan berupa donor darah dan pengobatan gratis telah sukses diselenggarakan di Tempat Ibadah Tridharma Tiong Tan Lie Goan Swee, Liwas Manado, pada Minggu lalu. Kegiatan ini menarik perhatian puluhan peserta dari kalangan umat Buddha se-Kota Manado yang berpartisipasi aktif.

Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara, Saryono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mulia ini. Ia secara tegas menyatakan bahwa donor darah merupakan wujud nyata dari praktik nilai kebajikan yang diajarkan dalam ajaran Buddha.

Sebanyak 70 peserta menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan ini. Kegiatan tersebut tidak hanya berhasil menolong mereka yang membutuhkan, tetapi juga secara signifikan mempererat hubungan antar umat dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Donor Darah: Wujud Nyata Mettā dan Karuṇā

Saryono dari Kemenag Sulut menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti donor darah adalah manifestasi nyata dari ajaran Buddha yang menekankan kasih sayang universal. Ia menekankan pentingnya aksi kemanusiaan ini sebagai bentuk pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari umat.

Donor darah dan pengobatan gratis ini mencerminkan semangat mettā (cinta kasih) dan karuṇā (kasih sayang) yang diajarkan Sang Buddha,” ujar Saryono. Melalui kegiatan ini, umat Buddha tidak hanya berdiam diri, melainkan berkontribusi aktif dalam menolong sesama yang membutuhkan.

Kontribusi tersebut tidak hanya terbatas pada bantuan fisik semata, tetapi juga berperan penting dalam menebar kedamaian di masyarakat luas. Saryono berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin umat Buddha di Sulawesi Utara sebagai bentuk nyata pengamalan ajaran.

Solidaritas Umat Melalui Aksi Kemanusiaan

Ketua Harian WALUBI Sulut, Andiwanto Wiratna, turut menyampaikan apresiasinya yang mendalam atas keberhasilan acara ini. Ia menyoroti kerja sama yang solid dari panitia serta dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Wiratna menegaskan bahwa inisiatif kemanusiaan semacam ini memiliki peran krusial dalam masyarakat. Kegiatan ini secara efektif mampu memperkuat solidaritas serta rasa persaudaraan yang erat antar umat beragama, menciptakan harmoni sosial.

Kehadiran tokoh penting seperti Kemenag, WALUBI, serta Ketua Tempat Ibadah Tridharma Tiong Tan Lie Goan Swee, Liwas Manado, Edwin Moniaga, menunjukkan dukungan lintas komunitas yang luas. Kegiatan donor darah dan pengobatan gratis ini berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan beragama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi