Tahukah Anda, Diare Rentan Saat Kemarau? Dinskes OKU Timur Tangani 4.077 Kasus Diare, Mayoritas Anak-anak!

Dinas Kesehatan OKU Timur mencatat 4.077 kasus diare selama delapan bulan terakhir. Mayoritas pasien adalah anak-anak. Apa penyebab lonjakan kasus diare ini dan bagaimana pencegahannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Diare Rentan Saat Kemarau? Dinskes OKU Timur Tangani 4.077 Kasus Diare, Mayoritas Anak-anak!
Dinas Kesehatan OKU Timur mencatat 4.077 kasus diare selama delapan bulan terakhir. Mayoritas pasien adalah anak-anak. Apa penyebab lonjakan kasus diare ini dan bagaimana pencegahannya? (Merdeka.com)

Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, telah mencatat lonjakan signifikan dalam penanganan kasus penyakit diare. Selama delapan bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Agustus, dinas tersebut berhasil menangani sebanyak 4.077 kasus yang menyerang masyarakat setempat.

Angka ini menunjukkan bahwa diare masih menjadi masalah kesehatan serius di wilayah tersebut, terutama saat kondisi lingkungan berubah. Mayoritas pasien yang terjangkit penyakit ini adalah anak-anak, meskipun tidak ada laporan kematian yang tercatat dari seluruh kasus yang ditangani.

Semua pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit setempat dilaporkan telah sembuh total setelah mendapatkan perawatan intensif. Penanganan cepat dan tepat menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini di tengah masyarakat OKU Timur.

Lonjakan Kasus Diare di OKU Timur, Anak-anak Paling Rentan

Data terbaru dari Dinas Kesehatan OKU Timur menunjukkan bahwa 4.077 kasus diare telah ditangani dalam periode delapan bulan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Timur, Umaidah Kosim, menyampaikan bahwa "Selama periode Januari-Agustus 2025 tercatat sebanyak 4.077 kasus penyakit diare yang kami tangani."

Ribuan pasien ini sebagian besar merupakan anak-anak, sebuah fakta yang mengkhawatirkan karena kelompok usia ini lebih rentan terhadap komplikasi dehidrasi. Meskipun demikian, kabar baiknya adalah tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat penyakit ini.

Umaidah Kosim menambahkan, "Semua pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit." Hal ini menunjukkan efektivitas sistem penanganan kesehatan di OKU Timur dalam mengatasi wabah diare.

Kemarau Panjang dan Kualitas Air Sungai Pemicu Utama Diare

Penyakit diare diketahui rentan menyebar luas terutama saat musim kemarau panjang melanda. Kondisi ini menyebabkan penurunan drastis pada kualitas air sungai, yang menjadi sumber utama bakteri penyebab diare.

Sungai Komering, misalnya, merupakan sumber kehidupan penting bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Umaidah Kosim menjelaskan, "Karena air Sungai Komering menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur untuk kebutuhan sehari-hari."

Ketika debit air sungai berkurang dan kualitasnya menurun, risiko kontaminasi bakteri patogen meningkat secara signifikan. Hal ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kasus diare yang terjadi di musim kemarau.

GERMAS sebagai Benteng Pencegahan Diare di Masyarakat

Dalam upaya menekan penyebaran diare, Dinas Kesehatan OKU Timur gencar melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kampanye ini bertujuan memastikan masyarakat terhindar dari berbagai penyakit, termasuk diare.

Melalui GERMAS, tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas dilibatkan aktif untuk mengedukasi masyarakat. Mereka memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pola makan sehat, mengonsumsi sayur dan buah, serta rutin berolahraga pagi.

Salah satu anjuran terpenting adalah menghindari konsumsi air sungai secara langsung. Umaidah Kosim menegaskan, "Yang paling utama hindari mengkonsumsi air sungai. Kalau pun terpaksa air harus benar-benar dipastikan sudah matang sebelum dikonsumsi." Edukasi ini krusial untuk mencegah penularan diare melalui air yang terkontaminasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi