Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tabung Oksigen Langka, RSI Banjarnegara Berburu ke Penjual Ikan

Tabung Oksigen Langka, RSI Banjarnegara Berburu ke Penjual Ikan Tabung oksigen langka akibat lonjakan Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara kesulitan mendapatkan pasokan tabung oksigen. Padahal oksigen saat ini sangat dibutuhkan pasien Covid-19 yang tengah menjalani perawatan.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, RSI Banjarnegara sampai berburu ke pembudidaya ikan di berbagai sentra budidaya ikan Banjarnegara.

"Mereka sebenarnya sangat membutuhkan oksigen, namun mereka memiliki kesadaran tinggi untuk menolong terkait kesehatan dan kemanusiaan. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi peternak ikan di Banjarnegara," kata Direktur RSI dr Agus Ujianto, Selasa (29/6). Dikutip dari Liputan6.com.

Agus menambahkan, kini peternak ikan menjadi relawan kemanusiaan. Mereka rela membantu mencarikan tabung oksigen untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

"Semalam saya dapat informasi dari teman-teman di sini, peternak ikan sampai mencarikan ke luar daerah, Cilacap, dan alhamdulillah dapat 17 tabung gas. Ini sangat luar biasa," katanya.

Kebutuhan oksigen RSI Banjarnegara mencapai 100 tabung oksigen per hari. RSI saat ini merawat pasien isolasi yang sebanyak 50 orang. Jika kondisi seorang pasien memburuk, satu tabung besar bisa habis dalam waktu satu jam.

Dengan kondisi ini, RSI telah melayangkan surat kepada Bupati Banjarnegara agar ada regulasi terkait oksigen. RSI berharap Banjarnegara mampu membuat oksigen sendiri.

"Kelangkaan gas oksigen ini karena lonjakan pasien. Kalau ada pabrik khusus di Banjarnegara akan sangat membantu," ucapnya.

Sementara Kepala Bagian Pelayanan Penunjang Medis RSI, dr Masrurotut Daroen menyatakan satu tabung oksigen saat ini sangat berharga. Ia bahkan sampai mencari oksigen hingga kabupaten tetangga.

"Kami sampai jemput di Temanggung, ada satu tabung tetap kita ambil demi kemanusiaan. Oksigen yang kita gunakan sama dengan yang biasa digunakan tukang las maupun peternak ikan," katanya.

Terkait data pasien Covid-19, pihaknya selalu melaporkan kepada Dinas Kesehatan kabupaten. Lonjakan pasien Covid-19 terus berjalan. Hal ini membuat kebutuhan oksigen juga ikut menlonjak.

"Dengan pasien sekitar 50-an, dalam satu hari gas kita butuh sekitar 100 tabung berukuran besar. Biasanya kita bisa stok sampai tiga hari, namun saat ini, stok hanya cukup untuk kebutuhan satu hari saja. Sekarang dapat, besok harus cari lagi," terangnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP