Survei SSC di Pilgub Jatim, Khofifah unggul tipis dari Gus Ipul

Jumat, 27 April 2018 21:26 Reporter : Moch. Andriansyah
Survei SSC di Pilgub Jatim, Khofifah unggul tipis dari Gus Ipul Khofifah di Pabrik Kopi Kapal Api. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Surabaya Survey Center (SSC) kembali merilis hasil surveinya terkait Pilgub Jawa Timur 2018, Jumat (27/4). Hasil riset SSC pada 11 hingga 19 April di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, itu menunjukkan betapa kompetitifnya Pilkada serentak di provinsi timur Pulau Jawa ini.

Maka, kata Direktur SSC Mochtar W Oetomo, survei opini publik amat penting dan strategis untuk mengukur seberapa kuat persaingan kedua pasangan calon (Paslon). Survei SSC menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error (MoE) mencapai 2.81 persen, level of confidence 95 persen, dan jumlah sampel mencapai 1.220 responden.

Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini juga dilengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden. "Data survei kali ini, mungkin bisa menjadi gambaran dinamika terbaru, serta juga petunjuk atau kompas jalan mengenai Pilkada Jatim," kata Mochtar di gelar rilis bertema: Palagan Setanding dan Sebanding.

Sementara persaingan ketat Pilgub Jawa Timur, memang tak lepas dari sosok dua calon gubernurnya, yaitu Cagub urut 1, Khofifah Indar Parawan yang menggandeng Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno.

Antara Khofifah dan Saiful, adalah sama-sama kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya sama-sama didukung oleh para kiai NU, dan memiliki basis massa yang sama kuat. Khofifah, memiliki suara murni di Muslimat NU, sedang Saiful mendapat tenaga dari GP Ansor.

Peneliti senior SSC, Moh Edy Marzuki menjelaskan, ketatnya persaingan Pilgub Jawa Timur bisa dilihat dari beberapa pertanyaan kepada 1.220 responden yang menjadi obyek survei SSC. "Mungkin Pilkada Jatim ini bisa kita sebut el-Clasico antara Barcelona dengan Real Madrid," kata Edy membuka paparannya.

Misalnya dilihat top of mind kadidat gubernur, lanjut Edy, keduanya sama-sama kuat. Bahkan selisihnya sangat tipis. "Khofifah meraih 22,3 persen, sedang Gus Ipul (Saiful) mendapat 22 persen. Untuk undecided voters-nya mencapai 55,7 persen," jelas Edy.

Kemudian kata Edy, jika dilakukan tracking, maka grafik Khofifah menunjukkan kenaikan signifikan. "Pada posisi Juni 2017, Khofifah berada pada angka 13,9 persen. Pada Desember 2017 naik menjadi 22 persen, dan pada April 2018, kembali naik menjadi 22,3 persen."

Berbeda dengan Khofifah yang ketua umum PP Muslimat NU, Saiful justru menunjukkan tren stagnan dan cenderung turun. "Pada bulan Juni, Gus Ipul berada di posisi 26,3 persen. Kemudian pada Desember 2017 naik 27,8 persen, tapi turun 22 persen pada bulan April 2018," jelasnya.

Adapun top of mind untuk Cawagubnya, Emil meraih 17,1 persen, sementara Puti mendapat 12,9 persen dengan undecided voters sebanyak 70 persen. Sementara top of mind untuk pasangan, Khofifah-Emil meraih 34,8 persen dan Saiful-Puti 32,6 persen. Untuk undecided voters-nya mencapai 32,6 persen.

"Top of mind Cagub sudah sangat tinggi dan sudah mencapai top peak. Sementara Cawagub masih bisa ditingkatkan lagi. Jika dilihat hasil survei ini, maka Pilkada Jatim akan berlangsung sangat kompetitif dan ketat," timpal Surokim, peneliti SSC yang lain.

Tren Khofifah-Emil naik, Saiful-Puti turun

Terkait popularitas, aksebilitas dan elektabilitas masing-masing kandidat, SSC mencatat, popularitas Khofifah unggul tipis 96,9 persen dari Saiful yang mencapai 94,8 persen. Pun begitu dengan aksebilitasnya, Khofifah (84,4 persen) dan Saiful (81,1 persen).

Untuk Cawagubnya. Popularitas Emil unggul 68,2 persen dari Puti yang hanya 56,3 persen. Juga dengan aksebilitas Emi, masih unggul 58,2 persen dari Puti yang hanya 43,5 persen.

Sementara untuk elektabilitas pasangan Khofifah-Emil, SSC mencatat adanya angka kenaikan hingga 7,2 persen. Tren kenaikan angka ini didapat dari 33,9 persen pada perolehan suara hasil survei di bulan Desember 2017 lalu, dan 41,1 persen di bulan April 2018.

"Sementara tren kenaikan elektabilitas pasangan Saiful-Puti, mencapai 3 persen. Yaitu dari angka 36,2 persen ke 39,2 persen dalam kurun waktu yang sama," papar Edy.

"Di sisi lain, angka undecided voters mengalami penurunan sangat signifikan, yaitu 10,2 persen dari 29,9 persen di bulan Desember 2017 lalu ke angka 19,7 persen di bulan April 2018," tandas Edy. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini