Survei: Rakyat ingin pilih kandidat dalam pemilu, bukan partai
Merdeka.com - Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) menyampaikan hasil survei yang membuktikan masyarakat tidak alami kesulitan dalam memilih calon pada pemilu.
Hasil survei tersebut disampaikan Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem dalam diskusi di Menteng, Sabtu (18/3).
"Pemilih kita, 70% tidak alami kesulitan dalam memilih calon," ungkapnya.
Titi menambahkan, dari hasil survei pada 400 orang sebagai sampel, ternyata sebagian besar memutuskan untuk memilih kandidat daripada memilih partai.
"Sebagian besar responden memilih kandidat 86 persen sedangkan yang memilih partai hanya 14 persen."
Ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung lebih suka langsung memilih calon daripada memilih partai.
Adapun alasannya menurut Titi adalah, dengan memilih calon, masyarakat merasa lebih mudah untuk menagih janji.
Survei ini dilakukan karena, ada anggapan bahwa rakyat kesulitan untuk memilih dalam pemilu, sehingga bermuara pada wacana untuk revisi undang undang pemilu dari proporsional terbuka (memilih kandidat) menjadi proporsional terbuka terbatas (memilih partai).
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya