Sultan HB X Ingin Manuskrip Naskah Milik Keraton di Inggris Dikembalikan

Rabu, 6 Maret 2019 03:36 Reporter : Purnomo Edi
Sultan HB X Ingin Manuskrip Naskah Milik Keraton di Inggris Dikembalikan Keluarga dan kerabat sambut kedatangan Jenazah Taufiq Kiemas. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan banyak naskah manuskrip milik Keraton Ngayogyahadiningrat yang berada di Inggris. Naskah-naskah milik Keraton ini berpindah tangan usai dijarah Inggris ketika menduduki Keraton Yogyakarta pada 1812.

"Naskah pada masa HB II menurut sejarawan Profesor Joko Suryo ketika itu lebih dari 7.000 naskah yang dibawa ke Inggris," ujar Sultan HB X saat membuka simposium dalam rangka peringatan 30 tahun dirinya bertakhta, di Hotel Royal Ambarukmo, Selasa (5/3).

Upaya mengembalikan naskah manuskrip milik Keraton itu sudah dilakukan sejak masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat itu ada perjanjian kebudayaan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Inggris

Saat itu Sultan HB X menceritakan dirinya memasukkan poin pengembalian naskah milik Keraton. Poin itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kraton.

"Saya ngisinya (poin perjanjian) bisa tidak saya mendapatkan sesuatu terhadap naskah Keraton Yogyakarta entah itu dikembalikan entah baik itu fotocopy, digital atau apapun yang penting kami tahu naskah Keraton Yogyakarta yang ada di British itu kami dapat," urai Sultan HB X.

Pascaperjanjian antara Indonesia dengan Inggris, Sultan HB X pun menyurati British Library. Negosiasi pun sempat beberapa kali dilakukan termasuk dengan datang ke British Library dan melihat naskah manuskrip milik Keraton.

Dari proses negosiasi yang panjang akhirnya 75 naskah manuskrip pun dikembalikan oleh British Library ke Keraton. Hanya saja naskah yang dikembalikan bukanlah naskah asli melainkan versi digital. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini