Stres Rekap Selisih Perhitungan Suara, Ketua KPPS di Malang Coba Bunuh Diri

Minggu, 21 April 2019 04:03 Reporter : Darmadi Sasongko
Stres Rekap Selisih Perhitungan Suara, Ketua KPPS di Malang Coba Bunuh Diri Ketua KPPS di Malang coba bunuh diri. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Malang berusaha melakukan percobaan bunuh diri. SU (42) diduga stres akibat rekap penghitungan surat suara di TPS tak juga beres dan terus selisih.

"Korban ditemukan keluarganya di kamar dalam kondisi terluka. Saat dilakukan interogasi, mengalami capek dan stres karena ada selisih penghitungan terkait suara DPD dan DPRD," kata AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, Sabtu (20/4).

Percobaan bunuh diri terjadi rumah korban sekitar pukul 09.00 WIB. Korban menusukkan sebilah pisau ke perutnya hingga menyebabkan dua buah luka sayatan.

Korban mengambil golok koleksi di atas lemarinya kemudian menusukkan dengan tangannya sendiri ke perut sebanyak 2 kali. Akibatnya, korban mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan dan kiri.

Korban harus menjalani perawatan dan mendapat jahitan di Rumah Sakit Panti Nirmala.

Kata Asfuri, berdasarkan pengakuan Talwia, istrinya, korban dalam tiga hari terakhir merasa gelisah dan stres. Karena memang tanggung jawab dan pekerjaan sebagai KPPS yang cukup berat.

"Katanya tidak bisa tidur selama tiga atau empat hari," ucap Asfuri.

SU adalah Ketua RT 08 yang juga menjadi Ketua KPPS 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Korban diduga capek dan stres karena saat penghitungan terdapat kelebihan surat suara antara 2 atau 4 di hitungan DPD dan DPRD Kota Malang.

Polisi mengamankan golok bergagang sepanjang 46 cm yang digunakan untuk usaha bunuh diri. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini