Speed Sea Raider Malaysia Terobos Perairan Indonesia di Sebatik

Selasa, 7 Juli 2020 23:59 Reporter : Saud Rosadi
Speed Sea Raider Malaysia Terobos Perairan Indonesia di Sebatik ilustrasi. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Speed Sea Raider Jawatan Maritim Malaysia, dilaporkan menerobos masuk ke perairan Indonesia, di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (6/7). Dari kejadian itu, komandan Speed Malaysia itu telah dimintai keterangannya oleh TNI AL.

Pelanggaran itu, berawal saat Komandan Pos AL Sei Pancang Lettu Laut Adi Suseno, mengamati Speed Sea Raider-45 bernomor lambung 755, merapat di kapal Maritim Malaysia KM Pintar – 3914 yang sedang melepas jangkar, di perairan Tawau, Malaysia.

Komandan Sea Raider Kilat Laskar Kanan Maritim Faizal bin Abdul Azis mendapat perintah dari Komandan KM Pintar – 3914 Mohd Izwan Farid, untuk mengecek perahu yang sedang berlabuh di depan dermaga Pos AL Sei Pancang, di Sebatik.

Speed Sea Raider Malaysia merapat ke perahu Usaha Jaya Baru, dengan pemilik atas nama Rustam, warga Sebatik Utara, dengan titik koordinat 04 10 012 U – 117 54 578 T, yang notabene berada di wilayah Indonesia.

Dari pelanggaran itu, ditindaklanjuti TNI AL di Pos AL Sei Pancang, dengan melakukan siap senjata menggunakan speedboat Patkamla Pos AL Sei Pancang, untuk merapat ke Speed Sea Raider Maritim Malaysia itu.

TNI AL meminta, komandan Sea Raider Maritim Malaysia agar merapat di Pos AL Sei Pancang, untuk melakukan pendataan sekaligus penekanan, terkait pelanggaran batas wilayah perairan negara itu. Namun demikian, setelah berkoordinasi dengan pimpinan komando atas, Sea Raider Malaysia itu pun dilepaskan, namun dikawal sampai batas wilayah teritorial Indonesia-Malaysia.

"Speed Sea Raider Maritim Malaysia, masuk ke wilayah Indonesia. Posisinya, terpantau pos AL di Sei Pancang Sebatik," kata Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto, ditemui wartawan di Nunukan, Selasa (7/7).

Bima menerangkan, pelanggaran itu sedang didalami. "Apakah mereka kurang paham batas wilayah, atau maritim Malaysia sekadar beraksi, tanpa memahami aturan berlaku," tegas Bima.

"Kita ketahui bersama, di lokasi kejadian pelanggaran, sudah jelas ada pos TNI AL. Seharusnya, mereka paham. Tapi, TNI AL tetap berupaya menyelesaikan masalah dengan diplomasi antar negara. Kita tetap mengajukan nota diplomatik protes ke Malaysia,” terang Bima.

Bima mengungkapkan, sebaliknya, Malaysia tahun ini pernah mengajukan nota diplomatik protes pelanggaran batas perairan negara, yang kesemuanya sudah dibantah. Sebab, TNI-AL memiliki semua bukti operasi dan pergerakan sesuai wilayah, untuk membuktikan TNI AL beroperasi sesuai aturan batas wilayah perairan Indonesia.

“Tahun ini, ada sekitar 15 nota protes pelanggaran wilayah dilakukan Malaysia dan Filipina. Untuk perairan perbatasan Indonesia di Nunukan, ada 2 kali pelanggaran,” demikian Bima. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Malaysia
  3. Kapal Asing
  4. Nunukan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini