Sosok Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi di Mata Warga

Senin, 21 Januari 2019 19:52 Reporter : Adi Nugroho
Sosok Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi di Mata Warga Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bareskrim Mabes Polri menetapkan Umar Kholid Harahap sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax ijazah palsu Presiden Joko Widodo melalui media sosial. Umar ditangkap polisi ketika berada di rumahnya di Kampung Mede, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pengurus RT setempat, Jayadi membenarkan bahwa seorang warganya sempat diciduk polisi pada Sabtu lalu di rumah kontrakannya. Menurut dia, polisi melacak keberadaan tersangka melalui telepon genggam yang dipakai tersangka mengunggah postingan hoax.

"Saya sudah mengira kalau ada kasus begitu ada polisi ke sini," ujar Jayadi kepada wartawan pada Senin (21/1).

Ketika penangkapan, polisi ditemani oleh dua anak buahnya yang bertugas sebagai keamanan lingkungan. Menurut dia, Umar langsung dibawa oleh polisi ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Jayadi mengatakan, Umar tinggal di lingkungannya sejak tiga bulan lalu. Meski tak pernah melapor, kata dia, Umar tak pernah neko-neko selama tinggal di sana. Karena itu, Jayadi terkejut ketika warganya tersandung kasus.

"Saya juga tidak tahu pilihan politiknya sampai mengunggah itu di media sosial, warga yang tinggal dekat di sana juga tidak paham," ujar Jayadi.

Setahu Jayadi, Umar merupakan pengusaha pembuatan gypsum tak jauh dari Kampung Mede. Sebagai pengusaha, aktivitasnya berangkat pagi dan pulang malam. Dengan warga setempat, Umar juga dinilai jarang bersosialisasi.

"Ketemunya sebulan sekali kalau narik iuran RT untuk keamanan dan kebersihan," ujar Jayadi.

Umar melalui media sosial, menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. Setelah diklarifikasi, berita yang disebarkan adalah hoax.

Polisi menjerat Umar dengan Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. Tapi, karena ancamannya di bawah lima tahun, tersangka tak ditahan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini