Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Solihin GP, gubernur merakyat ajak Soeharto mandi di sungai

Solihin GP, gubernur merakyat ajak Soeharto mandi di sungai Teten Masduki dan Solihin GP. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Solihin Gautama Purwanegara atau biasa disebut dengan Mang Ihin merupakan Gubernur Jawa Barat ke 8. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 21 Juli 1926, Solihin merupakan Gubernur Jawa Barat periode 1970 - 1974.

Dia memiliki perhatian yang besar untuk mengatasi rawan pangan di wilayah Indramayu, dengan cara memasyarakatkan padi gogo rancah. Upayanya memperlihatkan hasil sehingga terus dikembangkan.

Lahir dalam keluarga bangsawan, dikenal sebagai tokoh yang merakyat. Karier militernya dimulai ketika pecah revolusi, sebagai komandan TKR Bogor, kemudian bergabung ke Kodam Siliwangi.

Solihin termasuk salah satu sosok yang sempat dekat dengan Presiden Soeharto. Perkenalan antara dua tokoh ini dimulai saat Soeharto menjabat Presiden RI, dan Solihin menjabat Gubernur Jawa Barat mulai 1970.

Satu ketika, Presiden Soeharto mengadakan kunjungan bersama Solihin ke pemukiman suku Baduy. Solihin yang memang dikenal spontan, mengajak Soeharto untuk mandi di Sungai.

"Mandi di sungai?" Presiden terkejut, tapi senyum.

"Iya dong kita mandi di sungai, Pak. Tidak ada tempat lain," kata Solihin dalam Buku Tentang Solihin berjudul Solihin G.P: Gubernur Rakyat.

Presiden Soeharto menurut. Mereka kemudian turun dan mandi di sungai. Jongkok, kejebar-kejebur, bahkan buang air segala di sungai itu. Semuanya tanpa pengawalan dan berlangsung aman-aman saja.

Selesai mandi dan sarapan, presiden menonton pertunjukan debus yang memperlihatkan kekebalan orang Baduy.

Sayangnya, pada saat produksi minyak Indonesia sedang tinggi-tingginya kala itu menjadikan Indonesia surplus minyak, dan menyebabkan investasi luar negeri membaik. "Negara kita saat itu menjadi negara yang banyak uang. Lalu, ketika keuangan negara berlimpah, beliau (Soeharto) mulai berpikir apa yang beliau anggap tidak tepat. Yaitu seolah-olah segalanya bisa dicapai dengan uang," kata Solihin (Pikiran Rakyat 28 Januari 2008).

Mulailah Solihin merasa memiliki perbedaan pendapat. Orang-orang yang punya uang bisa langsung menjadi tokoh, tanpa tahu dari mana uangnya.

"Pahamlah saya bahwa kami sudah berbeda pola pikir. Saya yang pernah berpikir bahwa beliau adalah Presiden terbaik, seketika itu juga lalu merasa ia adalah the worst president in the world," tuturnya.

Masa jabatan Solihin G.P sebagai Gubernur Jawa Barat berakhir pada tanggal 14 februari 1976. Solihin hanya memegang jabatan selama satu periode. Solihin sendiri memang tidak berhasrat untuk meneruskan karena merasa kebijakan-kebijakannya saat menjadi Gubernur Jawa Barat tidak direstui oleh Menteri Dalam Negeri kala itu Amir Machmud. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP