Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memberikan penjelasan terkait tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Hubei, China. Menurut Terawan, dari 7 orang, 4 di antaranya menolak kembali ke tanah air karena mengaku merasa nyaman di Wuhan.
"Dan mereka membuat surat pernyataan bahwa aman supaya tidak ada syakwasangka," kata Terawan dalam rapat dengan Komisi IX, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/2).
Sementara tiga orang lainnya tidak bisa ikut rombongan WNI yang pulang karena tidak lolos tes kesehatan. Cek kesehatan tersebut dilakukan oleh pemerintah China.
"Yang tiga tidak lolos proses screening kesehatan oleh pemerintah China, karena aturannya apa? Yang sakit tidak boleh diberangkatkan," urai dia.
"Entah sakit apapun tidak boleh diberangkatkan, mau ibaratnya sakit mata juga tidak boleh (diberangkatkan)," sambung dia.
Ketentuan tersebut, lanjut Terawan memang sudah dipatok oleh badan kesehatan PBB, WHO. Karena itulah hanya ada 238 WNI dievakuasi.
"Karena itu memang ketentuan dari WHO. Yang sakit tidak boleh berangkat, yaitu ketemu 3 orang (yang sakit). Sehingga yang berangkat diterbangkan 238 orang," tandas dia.
Advertisement
Pemerintah sebelumnya memastikan 238 WNI yang telah dievakuasi dari Provinsi Hubei, China dalam kondisi sehat. Kini mereka sedang menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, selama 14 hari. Pemerintah juga memantau perkembangan tujuh WNI yang masih berada di Hubei.
Jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rahman menuturkan, semua prosedur evakuasi dilaksanakan secara profesional sesuai protokol WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia. Serta dikoordinasikan semua kementerian dan lembaga bekerja sesuai fungsinya dalam Inpres No 4 tahun 2019.
"Adapun 7 WNI yang tetap berada di Hubei akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI, kita harapkan mereka juga bisa melewati masa-masa sulit ini," kata Fadjroel dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (3/2).
Dia menambahkan, jaminan perlindungan kesehatan yang ketat juga dipantau secara langsung Menteri Kesehatan bersama tim, yang diinstruksikan Presiden untuk berkantor di Natuna.
Kemudian untuk melindungi penduduk Indonesia secara optimal, Jokowi menginstruksikan semua penerbangan dari dan ke China dihentikan untuk sementara, mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.
"Juga kepada pendatang yang tiba dari Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari, tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia," terang Fadjroel.
Pemerintah juga menghentikan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival ke Indonesia untuk WN China. Agar perlindungan kesehatan masyarakat lebih optimal, Jokowi meminta WNI tidak melakukan perjalanan ke China hingga wabah virus Corona ini dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.
Lanjut Fadjroel, selain bekerja keras mencegah meluasnya virus Corona bersama di negara lain, Indonesia juga mendukung kerja sama secara ilmiah untuk mencari cara pengobatannya dengan ilmuwan dunia.