SMAN 62 Jakarta Tetap Salurkan Makan Bergizi Gratis di Tengah PJJ Akibat Banjir Jakarta

SMAN 62 Jakarta tetap menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di tengah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat banjir, menunjukkan komitmen sekolah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pelajar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SMAN 62 Jakarta Tetap Salurkan Makan Bergizi Gratis di Tengah PJJ Akibat Banjir Jakarta
SMAN 62 Jakarta memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa tetap berjalan, meskipun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan mendadak akibat kondisi banjir di Jakarta, demi menjaga asupan nutrisi pelajar. (AntaraNews)

SMAN 62 Jakarta di Kramat Jati, Jakarta Timur, tetap berkomitmen menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para siswanya. Langkah ini diambil meskipun kegiatan belajar-mengajar beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara mendadak. Keputusan ini menunjukkan prioritas sekolah terhadap asupan nutrisi siswa di tengah situasi tak terduga.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta, Rini Astuti, menjelaskan bahwa distribusi MBG tidak dapat dibatalkan karena pemberlakuan PJJ bersifat mendadak akibat banjir. Pihak sekolah telah melakukan penyesuaian jumlah paket untuk mengantisipasi kehadiran siswa. Hal ini dilakukan agar bantuan makanan tetap tersalurkan secara efektif dan efisien.

Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi sorotan penting di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta. PJJ diberlakukan mulai hari ini, Jumat (23/1), hingga Rabu (28/1) untuk memastikan proses belajar tetap berjalan. Sekolah berupaya menjaga kelancaran pendidikan sekaligus kesejahteraan siswa.

Penyesuaian Distribusi Makan Bergizi Gratis di Tengah PJJ

Dalam pelaksanaannya, SMAN 62 Jakarta melakukan penyesuaian signifikan terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis. Kuota MBG yang semula direncanakan sebanyak 648 paket dikurangi menjadi 400 paket. Pengurangan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan estimasi jumlah penerima yang dapat hadir ke sekolah di tengah kondisi PJJ.

Rini Astuti menambahkan bahwa pengurangan paket dilakukan sebagai langkah antisipasi. "Alhamdulillah murid-murid di sini kebetulan warga sekitar, jadi mereka mau datang. Terlihat juga cukup ramai. Cuma memang awalnya kami kurangi untuk antisipasi saja," ujarnya. Ini menunjukkan adaptasi cepat sekolah terhadap situasi darurat.

Mekanisme pengambilan MBG juga diatur secara khusus oleh pihak sekolah. Siswa dan orang tua diminta untuk membawa wadah makanan sendiri dari rumah. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan tempat makan milik sekolah tetap berada di lokasi dan mencegah potensi kehilangan.

Menu Makan Bergizi Gratis yang disalurkan pada hari ini meliputi nasi, ayam, tahu, buncis, dan buah jeruk. Selain itu, terdapat menu tambahan atau camilan berupa susu, pisang, telur rebus, dan kue. Salah satu siswa, Kinaya Dwi Juliani (17), mengonfirmasi telah menerima paket lengkap tersebut.

Pembelajaran Jarak Jauh dan Fleksibilitas Guru Akibat Banjir

Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMAN 62 Jakarta merupakan respons terhadap kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah ibu kota. PJJ ini diterapkan mulai Jumat (23/1) hingga Rabu (28/1) guna menjamin keberlangsungan proses belajar-mengajar. Tujuannya adalah memastikan pendidikan tetap berjalan lancar di tengah cuaca ekstrem.

Selama PJJ, proses pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Guru dan siswa berinteraksi melalui aplikasi seperti Google Meet dan Zoom, atau melalui sistem penugasan daring. Jam belajar tidak mengalami perubahan, yakni dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, sama seperti saat pembelajaran tatap muka.

Pihak sekolah juga memberikan fleksibilitas kepada para guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Guru yang akses rumahnya terdampak banjir diperbolehkan mengajar dari rumah, sementara guru yang tidak terdampak tetap dapat datang ke sekolah untuk menjalankan tugasnya.

Kebijakan PJJ ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memberlakukan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi karyawan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menyetujui surat edaran terkait WFH dan PJJ yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) serta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan koordinasi pemerintah daerah dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi