Sikap Jokowi-Ma'ruf Bersedia Ikut Tes Baca Alquran Layak Diapresiasi

Rabu, 16 Januari 2019 22:21 Reporter : Ya'cob Billiocta
Sikap Jokowi-Ma'ruf Bersedia Ikut Tes Baca Alquran Layak Diapresiasi Jokowi sapa pendukung Alumni UI. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin melalui tim kampanye nasional bersedia memenuhi tes baca Alquran oleh Ikatan Dai Aceh (IDA). Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai hal ini layak diapresiasi dan tak perlu meragukan keislaman Jokowi lagi.

"Baca Alquran Jokowi mau berarti, sang petahana ingin menunjukan ke publik bahwa agamanya memang Islam sejati," kata Jerry dalam keterangannya, Rabu (16/1).

Menurut Jerry, Keislaman Jokowi tidak perlu diragukan lagi. Selain dari Jawa, Jokowi masuk kriteria dan standar kelayakan serta kepatutan.

"Memang tak diatur dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017. Itu bukan utama tapi dengan kesiapan Jokowi itu layak diapresiasi," kata dia.

"Mulai saat ini tidak usah menyerang Jokowi dari sisi keyakinannya. Dia sudah buktikan. Pemilih rasional atau cerdas tak perlu diajar soal ini. Justru sebaliknya Prabowo yang diragukan oleh publik terkait keislamannya," tuturnya.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi para calon presiden dan calon wakil presiden. Usulan itu disebut untuk mengakhiri polemik soal keislaman yang saat ini bergemuruh.

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku siap memenuhi undangan dari masyarakat Aceh. "Jadi kalau saya diundang untuk dites, siap sekali," jelasnya.

Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy juga mengatakan kesedian pihaknya untuk mengikuti tes tersebut. "Kami siap bersedia untuk mengikuti tes yang diinisiasi Ikatan Dai Aceh ini, sebagai bentuk apresiasi kami terhadap keinginan masyarakat Aceh. Apresiasi kami terhadap kearifan masyarakat Aceh dalam langkah untuk memilih, menentukan, menseleksi, melihat kapasitas kapabilitas capres cawapres yang akan masyarakat Aceh pilih," ujar Lukman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno tak masalah dengan usulan tes baca Alquran yang diajukan oleh Ikatan Dai Aceh. Dia mengaku siap dengan ujian itu asalkan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami sudah sampaikan kemarin, bahwa apapun keputusan KPU kami ikuti saja dan tidak menjadi masalah buat saya," kata Sandiaga di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I Nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12).

Sedangkan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan tes baca Alquran bukan hal tepat untuk memilih pemimpin nasional. Dia menuturkan, ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menyatukan berbagai macam keberagaman dan kemajemukan.

Karena itu tidak diperlukan tes Alquran. Sebab, yang dibutuhkan bangsa adalah pemimpin adil, makmur dan membawa masyarakat sejahtera. "Tapi kita harus melihat bahwa capres bukan pemimpin negara syariah. Bahwa kita sedang mencari pemimpin nasional, seorang presiden yang memimpin kemajemukan," kata Ferdinand. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini