Sidareja dilanda banjir, warga pilih bertahan di pengungsian
Merdeka.com - Seratusan warga di beberapa titik banjir yang ada di kawasan Cilacap bagian barat, hingga kini masih bertahan di pengungsian. Dari data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, tercatat 170 jiwa masih menyebar di empat titik pengungsian yang ada di Kecamatan Sidareja Cilacap.
Kepala BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengemukakan dari laporan banjir yang terjadi sejak Sabtu (17/8), ketinggian air di sejumlah permukiman warga masih cukup tinggi.
"Perkembangan terkini, genangan air yang terjadi di Kecamatan Sidareja pada malam hari turun hingga 15 centimeter sehingga berkisar 20 centimeter hingga 40 centimeter, sedangkan di sekitar permukiman ketinggiannya antara 50 centimeter hingga 80 centimeter," ujarnya, Selasa (20/9).
Komara juga mengemukakan, ketinggian air yang paling tinggi berada di titik Desa Gunungreja Kecamatan Sidareja yang berada di lokasi dengan ketinggian 80 centimeter di halaman rumah dan berada di dalam rumah sekitar 30 sentimeter.
"Selain itu dilaporkan perkembangan banjir di wilayah Kecamatan Sidareja, Desa Cibanono RT 004/RW 01 ketinggian air di pekarangan 70 centimeter dan di dalam rumah itu masih 40 centimeter," ujarnya.
Sementara, sebanyak 92 jiwa masih bertahan di aula Koramil Sidareja, 38 jiwa di balai Desa Sidareja, 31 jiwa di pendapa Kecamatan Sidareja dan Balai RT 001/RW 05 Desa Sidamulya sebanyak 9 jiwa. BPBD Cilacap memastikan ketersediaan makanan, obat-obatan dan selimut untuk pengungsi. Selain itu, dapur umum dan tenaga medis juga disiapkan di titik pengungsian.
Dari informasi yang dihimpun, selain Kecamatan Sidareja, dilaporkan banjir juga masih terjadi di Kecamatan Gandrungmangu, Kedungreja dan Patimuan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana (Pusdalops) BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan pihaknya terpaksa melakukan evakuasi paksa terhadap kelompok rentan yang masih bertahan di rumah yang tergenang banjir.
"Jadi kita evakuasi dulu kelompok rentan. Kelompok rentan terdiri dari orang tua, anak-anak, ibu hamil, warga disabilitas dan perempuan. Karena itu, kami turunkan satu perahu dulu dan kami sedang ambil satu lagi. Kalau nanti ada perkembangan semakin memburuk, kita akan menambah alat lagi," ucapnya.
Dikatakannya, banjir sempat surut pada Senin (19/9) sehingga banyak pengungsi yang kembali ke rumah. Namun pada Selasa (20/9), rendaman kembali meninggi di beberapa titik setelah terjadi hujan deras lokal di wilayah pegunungan yang bermuara di kawasan ini.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya