Sidang Sengketa Pilpres, Tim Hukum Prabowo Terkendala Saksi dari Polisi

Rabu, 19 Juni 2019 09:20 Reporter : Merdeka
Sidang Sengketa Pilpres, Tim Hukum Prabowo Terkendala Saksi dari Polisi Sidang kedua sengketa Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu presiden dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pihak pemohon, Tim Hukum Prabowo-Sandiaga. Pantauan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), pukul 08.30 WIB, sederet saksi datang bersamaan dengan tim hukum.

"Kesiapan saksi ya mukanya segar ya," kata Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Bambang Widjojanto di Gedung MK, Rabu (19/6).

Diketahui pada sidang sebelumnya, pemohon sempat mengajukan permohonan untuk menghadirkan 30 orang saksi yang terdiri dari fakta dan ahli. Kendati hal tersebut dibantah majelis karena aturan hanya membolehkan 15 saksi fakta dan 2 saksi ahli.

"Jumlah saksi kita ikuti sesuai permintaan majelis, tapi kita siapkan juga saksi cadangan nanti tim yang atur itu," ujar Bambang atau akrab disapa BW.

Terkait saksi polisi yang coba dihadirkan, BW dan tim mengaku telah mencoba berkoordinasi dengan Polri. Kendati info terbaru didapat pagi ini, sejumlah saksi dari kepolisian hendak didatangkan mendadak berhalangan.

"Kabar terbaru kami dapatkan mereka malah dipanggil provos atau propam gitu, saya belum tahu juga jelasnya, ini berkoordinasi dulu dengan tim," jelasnya.

Pantauan di lokasi, terlihat dua sosok familiar Agus Maksum dan Khairul Anas yang datang bersama BW. Namun BW belum merinci peran mereka apakah sebagai saksi atau yang lainnya.

"Nanti tim koordinasi, kita lihat. Tapi intinya saksi adalah yang melihat dan mengetahui," tutup BW.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini