Sidang kasus pesta gay, 7 terdakwa diancam hukuman 5 tahun penjara

Senin, 31 Juli 2017 21:34 Reporter : Masfiatur Rochma
Sidang kasus pesta gay, 7 terdakwa diancam hukuman 5 tahun penjara Ilustrasi Sidang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh pasangan gay menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Persidangan di ruang Tirta 1 dilakukan secara tertutup, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya membacakan dakwaan.

Ketujuh terdakwa adalah Fendi, warga Kupang NTT, indekos di Jalan YKP Pandugo. Andre, warga Jombang, berperan sebagai inisiator dan admin party atau pesta gay. Kemudian Iswantoro, warga Sleman DI Yogyakarta dan Ahmad Salamun, warga Ngingas Sidoarjo.

Setelah itu Andreas Lukita, warga Tandes Surabaya, terdakwa yang melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Singgih Dermawan, warga Kedamean Gresik dan Ken Haris, warga Waru Sidoarjo.

Dalam surat dakwaan, ketujuh terdakwa dianggap melanggar pasal 34, 36, dan 32 dengan Undang-undang pornografi nomor 44 tahun 2008, tentang pornografi. "Dengan ancama hukuman lima tahun penjara," terang JPU, Didik Widiwibisono, Senin (31/7).

Kasus pesta gay tersebut diungkap oleh polisi, dari Polrestabes Surabaya. Penggerebekan dilakukan di kamar 314 dan 203 hotel Oval Surabaya, pada Minggu (30/4) dinihari.

Waktu digerebek, polisi menemukan banyak laki-laki dalam keadaan telanjang, dengan sambil menonton video porno dan bermain hubungan istri layaknya suami istri.

Untuk melakukan pesta gay, mereka membuat undangan melalui grup di BBM dan WhatsApp, dengan mengumumkan akan mengadakan pesta di Hotel Oval Surabaya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Gay
  2. Prostitusi
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini