Siap Jalankan New Normal, 102 Daerah Matangkan Sejumlah Protokol Kesehatan

Sabtu, 6 Juni 2020 04:03 Reporter : Merdeka
Siap Jalankan New Normal, 102 Daerah Matangkan Sejumlah Protokol Kesehatan ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 102 daerah yang dikategorikan belum terdampak Covid-19 akan menuju pelaksanaan pedoman masyarakat produktif atau new normal. Saat ini, daerah-daerah itu sedang menerapkan panduan protokol kesehatan mencegah Covid-19.

"Di beberapa daerah sedang menyiapkan protokol-protokol mengadopsi pedoman-pedoman yang disiapkan oleh pemerintah dari berbagai Kementerian/Lembaga yang kemudian sudah di approve oleh Kementerian Kesehatan. Di mana, terdapat 102 Kabupaten/Kota yang tidak memiliki atau belum memiliki kasus, yang sudah siap menuju pelaksanaan tataran baru," ucap Plt Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI, Safrizal, dalam konferensi pers BNPB, Jumat (5/6).

Dia menegaskan, ada 85 kabupaten/kota yang memiliki resiko tinggi atau merah.

"Dan 180 Kabupaten/Kota yang beresiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 Kabupaten/Kota beresiko rendah atau kuning," jelas Safrizal.

Kemendagri terus meminta daerah melakukan perbaruan data-data untuk menunjukkan kesiapan daerahnya melakukan new normal.

"Dan terus menerus memperkuat rencana mitigasi untuk transmisi dan penyebaran virus serta mewaspadai adanya gelombang kedua di tiap-tiap daerah, di mana kadang data naik dan turun. Terus dilakukan penguatan, dilakukan masif testing dengan agresif tracking, juga melakukan perlindungan dengan kelompok rentan, penyandang disabilitas, orang tua, perempuan, dan anak-anak," ungkap Safrizal.

Melewati Beberapa Fase

Menurut dia, sebelum menuju new normal, setiap daerah akan melewati beberapa fase.

"Di mana fase awal, fase transisi satu, fase transisi dua, termasuk kepada nanti masuk kepada fase tatanan baru. Di mana setiap fase memiliki tolak ukur yang akan dicapai oleh setiap pemerintah daerah dalam penerapannya," tutur Safrizal.

"Sekarang terus menerus menyiapkan persiapan-persiapan ke arah tersebut, dengan tetap memerhatikan arahan bersama Mendagri dan Menteri Keuangan, di mana tetap memperkuat belanja di bidang kesehatan agar bisa dicapai good carry, memperkuat jaring pengaman sosial, memperkecil gap antara yang sudah mendapatkan jaminan sosial dan yang belum dan memperkuat dampak ekonomi. Menghidupkan ekonomi masyarakat sehingga dengan ekonomi hidup masyarakat mendapatkan memperoleh pendapatan," jelas dia.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini