Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah Suparman, WN Austria klaim bisa cairkan harta Soekarno

Setelah Suparman, WN Austria klaim bisa cairkan harta Soekarno  Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Sejumlah media Austria ramai memberitakan presiden pertama Indonesia Ir Soekarno. Dia disebut memiliki warisan senilai USD 180 juta atau Rp 1,74 triliun. Harta ini tersimpan di salah satu bank di Swiss.

Situs surat kabar Austria Krone melaporkan, Rabu (19/12), seorang mediator keuangan bernama Gustav Jobstmann, asal Austria mengaku dapat mencairkan dana itu asal bisa diinvestasikan di negaranya. Dia mengaku juga dibantu oleh salah satu pewaris harta itu bernama Edy Sukanto.

Harta itu menjadi sangat berharga untuk menjalankan roda perekonomian di Austria yang hampir bangkrut seperti penerbangan, serta perusahaan-perusahaan macam siemens dan ABB listrik.

Kasus soal harta karun Bung Karno memang tak ada habisnya. Awal tahun ini ada seorang bernama Suparman yang juga mengaku mendapat wangsit untuk mencairkan harta karun Soekarno.

Suparman ditangkap polisi karena menggadaikan mobil rental di Surabaya. Dia kehabisan uang untuk modal memburu harta karun peninggalan Soekarno. Tapi tak jelas kebenarannya. Sama seperti para pemburu harta karun Soekarno yang lain.

Konon dana revolusi itu disimpan dalam bentuk-bentuk batangan emas bernilai triliunan rupiah. Sebagian lagi menyebut uang itu disimpan dalam rekening di bank Swiss.

Benarkah Soekarno meninggalkan harta karun itu? Sekadar mitos atau fakta?

"Semua tentang dana revolusi ini tidak jelas. Tidak tahu berapa besarnya, apakah ini benar atau tidak. Semua ini cuma isu," ujar sejarawan Asvi Warman Adam kepada merdeka.com, Selasa (8/5).

Asvi ragu Soekarno benar-benar meninggalkan harta berpeti-peti emas. Dia menceritakan tahun 1960an, ada program pembangunan patung Antariksa yang sekarang dikenal sebagai patung Pancoran. Saat itu Edhi Sunarso yang memimpin proyek mengeluhkan kekurangan dana pada Soekarno. Saat itu pula Soekarno menyuruh Sunarso menjualkan mobilnya untuk biaya pengerjaan patung tersebut.

"Dengan contoh ini kita bisa mengambil kesimpulan, kalau Soekarno punya uang, kalau Soekarno punya uang buat apa dia menjual mobilnya segala. Cukup ambil saja dari emas itu," terang Asvi. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP