Setelah 22 tahun tak ganti pemimpin, pemilihan ketua RT di Kebumen terasa Pilpres

Senin, 4 September 2017 22:30 Reporter : Abdul Aziz
Setelah 22 tahun tak ganti pemimpin, pemilihan ketua RT di Kebumen terasa Pilpres Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menggagas pendidikan demokrasi dari tatanan kecil dan dimulai dari bawah, dipraktikkan oleh warga RT 3 RW IV Dukuh Gunungmujil, Desa Bumirejo Kabupaten Kebumen. 92 kepala keluarga melakukan proses demokrasi tingkat terendah dalam kelembagaan masyarakat yakni Pemilihan Ketua RT secara langsung sebagaimana Pemilihan Presiden, Gubernur, Kepala Daerah atau pun legislatif.

Bertempat di lapangan terbuka lingkungan RT setempat, Minggu (4/9), tenda didirikan lengkap dengan perlengkapan pemungutan suara. Bilik suara untuk mencoblos disediakan, papan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dibuat, undangan C1 disebar bahkan lengkap pula surat suara bergambar calon serta tinta celup. Dalam proses pemungutan suara juga dibentuk semacam Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Praktik demokrasi tersebut lahir dari inisiatif warga Gunungmujil sendiri. Latar belakangnya, warga menghendaki ada pemilihan yang demokratis dan transparan. Sebabnya Ketua RT lama telah menjabat selama 22 tahun dan memasuki masa pensiun. "Tanggal 31 Agustus Ketua RT lama sudah purna," kata Ketua Panitia Pemungutan Suara, Joko Winursito, Senin (4/9).

Untuk biaya pemilihan langsung Ketua RT tersebut, warga sepakat menggunakan kas RT sebesar Rp 1,5 juta untuk operasional penyelenggaraan Pemilu. Warga juga melakukan musyawarah untuk menentukan konsep penyelenggaraan pemilihan yang demokratis dan berkeadilan. 105 Kepala Keluarga lantas dikirimkan surat undangan untuk mencoblos calon pemimpin mereka. Dari 105 KK, 92 orang di antaranya telah menggunakan hak suara untuk menghadiri Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Yang 13 KK tidak mencoblos karena memang berada di luar kota," kata Joko.

Dalam pemilihan RT yang tak umum itu, tiga orang kandidat bersaing memperebutkan jabatan Ketua RT. Mereka adalah Trisnoto, Tasrudin dan Mustarman.

Trisnoto, kandidat nomor urut 1 yang kesehariannya berjualan satai memenangkan pemilihan dengan perolehan hasil sebanyak 58 suara. Sementara jumlah suara tidak sah sebanyak 4 suara dan 12 suara lainnya berhalangan hadir.

Kepala Desa Bumirejo, Bibit Agus Nugroho mengapresiasi penyelenggaraan pemilihan Ketua RT 3 RW IV secara mandiri tersebut. Praktik demokrasi dari bawah itu, menurutnya spesial, karena selama ini peran Ketua RT yang sangat strategis dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan dipilih secara aklamasi, dan kerap kali ditolak saat ditawarkan pada warga yang ditokohkan. Ketua RT dikatakan bibit, identik dengan kerja ibadah sebab tak ada imbalan apapun.

"Data warga miskin calon penerima raskin atau bantuan pemerintah yang tahu ketua RT. Kalau ada teroris di lingkungan yang tahu juga RT. Karena itu Ketua RT harus benar-benar orang yang bisa dipercaya. Karena itu harus dipilih secara demokratis. Semoga ada perhatian untuk kesejahteraan Ketua RT mengingat perannya yang penting," katanya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebumen
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini