Aktris dan model kenamaan Indonesia, Asri Welas, membagikan pengalaman syuting yang tak terlupakan saat menggarap serial terbarunya, "Ratu-Ratu Queens The Series". Ia mengungkapkan bahwa tim produksi Palari Films dan Netflix harus menutup salah satu jalan ikonik di Times Square, New York, Amerika Serikat, khusus untuk pengambilan adegan karakternya sebagai Biyah. Kejadian langka ini menjadi sorotan utama dalam konferensi pers serial tersebut di Jakarta.
Momen istimewa ini terjadi ketika Asri Welas harus memerankan adegan yang menantang, di mana ia dicat hijau kebiruan dan mengenakan kostum Patung Liberty. Pengalaman ini membuatnya merasa sangat istimewa, bahkan menyamakannya dengan bintang Hollywood sekelas Angelina Jolie atau penyanyi dunia Beyonce. "Jadi mungkin itu pengalaman aku banget, aku dua kali Times Square diblock cuma buat Asri Welas. Aku berasa Angelina Jolie, berasa Beyonce," ujarnya.
Adegan tersebut tidak hanya membutuhkan persiapan matang, tetapi juga menarik perhatian warga sekitar dan turis yang memadati Times Square. Bahkan, Asri Welas sempat "disawer" dengan dolar AS oleh beberapa orang yang terkesima dengan penampilannya. Momen ini menjadi bagian penting dari cerita yang ingin disampaikan mengenai kerasnya perjuangan hidup para diaspora di negeri orang.
Advertisement
Advertisement
Pengalaman Tak Terlupakan di Times Square New York
Pengambilan gambar di jantung kota New York, Times Square, menjadi salah satu momen paling berkesan bagi Asri Welas. Untuk adegan spesifik karakternya, Biyah, Asri harus tampil dengan riasan unik, yaitu tubuhnya dicat berwarna hijau kebiruan, lengkap dengan kostum Patung Liberty. Penampilan ini sontak menarik perhatian banyak orang di lokasi syuting.
Asri Welas menceritakan bagaimana adegan tersebut berhasil menciptakan keramaian di sekitar lokasi. Warga lokal dan wisatawan yang melintas takjub melihat sosok Patung Liberty "hidup" di tengah keramaian Times Square. Interaksi tak terduga pun terjadi, termasuk beberapa orang yang memberikan uang dolar kepadanya, sebuah pengalaman yang jarang terjadi bagi seorang aktris.
Momen "disawer" ini, menurut Asri, bukan sekadar kejadian lucu, melainkan juga simbolisasi dari tema besar yang diangkat dalam serial. Adegan tersebut ingin menggambarkan betapa sulitnya mencari nafkah dan bertahan hidup di negara orang, terutama jika tidak memiliki pekerjaan atau kehidupan yang mapan. Hal ini menyoroti realitas pahit yang dihadapi banyak diaspora.
Advertisement
Advertisement
Perjuangan Hidup Diaspora Indonesia di Amerika
Karakter Biyah yang diperankan Asri Welas merupakan representasi dari banyak diaspora Indonesia yang berjuang di Amerika. Biyah diceritakan bekerja serabutan demi bisa bertahan hidup seorang diri di negeri Paman Sam. Perjuangan ini juga dialami oleh karakter-karakter lain seperti Ance, Chinta, dan Party, yang mencari penghasilan dengan berbagai cara.
Asri Welas menekankan bahwa kehidupan di Amerika tidak selalu seindah yang dibayangkan banyak orang. "Mungkin ada sebagian orang yang melihat enak banget tinggal disana padahal nggak semudah itu mereka mendapatkannya, perlu kerja keras, perlu banyak banget pengorbanan yang kamu nggak tahu apa-apa," jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa di balik gemerlap kota besar, ada perjuangan keras yang harus dilalui.
Untuk mendalami perannya sebagai Biyah, Asri Welas bahkan bergaul dengan ibu-ibu Indonesia yang telah puluhan tahun menetap di Amerika. Dari mereka, Asri banyak belajar tentang lika-liku dan pengorbanan yang harus dihadapi untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Pengalaman ini memperkaya pemahaman Asri tentang karakter yang ia perankan, sehingga mampu menghadirkan akting yang lebih otentik.
Advertisement
Advertisement
"Ratu-Ratu Queens The Series" Tayang di Netflix
Serial "Ratu-Ratu Queens The Series" yang dibintangi Asri Welas ini telah tayang secara global di platform streaming Netflix. Serial ini hadir dalam enam episode dan mengisahkan perjuangan empat wanita diaspora Indonesia di Amerika dengan latar belakang cerita hidup dan karakter yang berbeda-beda. Selain Asri Welas sebagai Biyah, serial ini juga menampilkan Nirina Zubir sebagai Party, Tika Panggabean sebagai Ance, dan Happy Salma sebagai Chinta.
Dalam serial ini, Biyah yang berjuang seorang diri kemudian bertemu dengan Party, yang menawarinya untuk tinggal bersama di apartemennya. Pertemuan ini menjadi awal dari persahabatan dan perjuangan bersama keempat wanita tersebut. Mereka saling mendukung dan menghadapi berbagai tantangan hidup di Amerika, dari mencari pekerjaan hingga beradaptasi dengan budaya baru.
"Ratu-Ratu Queens The Series" tidak hanya menyajikan drama dan komedi, tetapi juga mengangkat isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan diaspora. Serial ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang arti perjuangan, persahabatan, dan identitas bagi masyarakat Indonesia, baik yang tinggal di dalam maupun luar negeri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews