Senyum Ajudan Pribadi Kini Sirna
Merdeka.com - Nama Selebgram Ajudan Pribadi mencuat ke hadapan publik. Bukan karena memamerkan harta kekayaannya, nama asli Akbar Peha Baharuddin menjadi viral atas kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1,3 Miliar.
Jika menarik ke belakang, sosok Ajudan Pribadi sempat populer dan wara-wiri di media sosial. Kisah hidupnya cukup pelik. Dimulai dari kuli bangunan, pemulung dan putus sekolah.
Bantu Nenek Menjadi Pemulung Saat Masih SD
Sebelum menjadi orang yang sukses seperti sekarang ini, Akbar kecil pernah menjadi berprofesi sebagai pemulung saat masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Profesi yang digelutinya ketika masih anak-anak sambil membantu neneknya pada saat itu.
Akbar kecil sudah bersusah payah bersama neneknya dengan mengumpulkan barang-barang di pinggir jalan untuk kembali dijual di pengepul sebagai penyambung hidup.
©2023 Merdeka.com
Menjadi Kuli Bangunan Dan Putus Sekolah
Akbar kecil pun beranjak remaja yang sudah duduk di bangku SMP. Namun nasib pendidikannya harus terhenti ketika kelas 2 SMP lantaran orangtuanya tak sanggup membiayai pendidikannya.
Untuk meneruskan ekonomi keluarganya, Akbar mulai bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Hasil keringatnya untuk pertama kali dapat menghasilkan sesuatu dengan membeli sepeda motor ketika berumur 14 tahun.
Berjualan Kacang Hingga Jadi Tukang Pijit
Hari demi hari berbagai profesi terus ia lakoni termasuk berjualan kacang di dekat lapangan golf di kota kelahirannya di Makassar. Bukan hanya sekedar berjualan kacang saja, Akbar juga sekaligus sebagai tukang pijit di tempat golf itu.
Berkat hasil teknik memijitnya yang dinilai enak oleh seorang pengunjung Golf menjadi awal tanda keberuntungannya. Dalam kesempatan itu, pelanggan pijit Akbar mulai bertukar nomor.

©2019 Merdeka.com
Dewi Keberuntungan Memihak
Singkat cerita, Akbar ditawari untuk ikut ke Jakarta bersama bosnya tersebut. Namun pada saat itu, pria dengan badan yang menggempal itu tidak langsung menjadi orang yang ramai diperbincangkan.
Menjadi Tukang Bersih-Bersih Majikannya
Awal mula bekerja di Jakarta pada tahun 2017, Akbar ditawari sebagai tukang bersih-bersih di rumah majikannya. Sesekali juga sang majikan meminta untuk memijit tubuhnya yang sudah lelah.
Namun siapa sangka, kehidupannya justru dapat berubah 180 derajat usia bekerja selama dua tahun saja. Ia diangkat menjadi ajudan pribadi majikannya dengan mengganti ajudan sebelumnya.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMajikan Akbar memutuskan untuk memecat majikan sebelumnya karena kerap kali bekerja secara tidak jujur. Terlebih tidak ingin mencari ajudan dari militer polisi. Alhasil, Akbar pun ditunjuk agar menjadi ajudan pribadi.
Ikut Majikan Bepergian Hingga Diberi Barang Mewah
Semenjak diangkat menjadi ajudan pribadi, Akbar pun kerap ikut ke mana pun bosnya pergi. Sebagai orang yang tidak terbiasa dengan hidup mewah, dirinya bahkan seringkali mengabadikan momen ketika berada di tempat-tempat megah hingga berfoto dengan barang-barang mewah milik bosnya, seperti mobil hingga jet pribadi.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerbagai negara juga telah dikunjunginya dengan jet pribadi sang majikan seperti ke Malaysia, Prancis, Jepang, Polandia, Rusia, Dubai.
Selain bepergian ke luar negeri, pria kelahiran Makassar itu juga sering diberi barang-barang mewah. Bahkan, keahliannya dalam memijit membuat dirinya kenal dengan orang-orang terpenting, mulai dari pejabat, pengusaha sukses hingga artis Tanah Air.
Meskipun kehidupannya sudah berbanding terbalik dengan yang dulu, Akbar masih mengungkapkan rasa syukurnya dengan membantu perekonomian keluarga. Dia kerap menyisihkan uang untuk membantu saudara-saudaranya di Makassar dan membiayai sekolah adik-adiknya.
Tak lupa ia kerap menyisihkan uang untuk sang nenek yang menemaninya saat masih memulung.
Berkasus di Kepolisian
Sayangnya, kesuksesan dan nama baik yang dibangun selama ini pun kini terasa sia-sia lantaran terjerat kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1,3 Miliar terhadap korban berinisial AL. Kini pelaku sudah ditangkap polisi dan telah diamankan oleh penyidik Polres Jakarta Barat.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya