Sensasi Berlari di Lintasan Balap: Lomba Lari Sirkuit Mandalika Tarik 9.000 Peserta, Dorong Olahraga Wisata dan Ekonomi NTB
Lomba Lari Sirkuit Mandalika sukses menarik 9.000 peserta, menjadi ajang promosi olahraga wisata dan katalis ekonomi NTB. Penginapan penuh, penerbangan padat!
Ribuan pelari membanjiri Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok Tengah pada hari Minggu lalu. Acara ini merupakan bagian dari Lomba Lari Sirkuit Mandalika yang menarik perhatian banyak pihak. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana secara langsung membuka kegiatan akbar tersebut.
Lomba lari ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang promosi penting bagi pengembangan olahraga wisata. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan utama. Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat secara signifikan.
Dengan 9.000 peserta yang terlibat, acara ini mencatat sejarah baru bagi sirkuit tersebut. Event ini bertujuan mendekatkan para pencinta olahraga lari di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Para peserta merasakan sensasi unik berlari langsung di lintasan balap ikonik Mandalika.
Mandalika sebagai Pusat Olahraga Wisata
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Lomba Lari Sirkuit Mandalika sangat strategis untuk promosi pariwisata. "Kegiatan seperti ini sangat baik untuk promosi pariwisata di Mandalika, NTB," katanya usai membuka acara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan event olahraga sebagai daya tarik wisata.
Selain aspek promosi, event ini juga memberikan dampak positif langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Widiyanti menyoroti bagaimana penginapan di Mandalika penuh, bahkan ada yang menginap hingga Mataram. Penerbangan menuju Lombok juga mengalami peningkatan okupansi yang signifikan.
Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di NTB. Keberlanjutan event ini menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Sejarah Baru Sirkuit Mandalika
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa event Pocari Sweat Run ini berperan sebagai katalis pariwisata. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara luas. Keterlibatan ribuan peserta menjadi bukti potensi besar yang dimiliki Mandalika.
Maya Watono juga menyampaikan rasa bahagia dan takjub atas penyelenggaraan ini. Ia menyebutkan ini adalah kali pertama kegiatan lari dengan ribuan peserta di Sirkuit Internasional Mandalika. "Ini momen bersejarah, apalagi 12 tahun tidak pernah di Lombok," ujarnya, menyoroti keunikan event ini.
Event ini juga memperkenalkan kategori lari yang inovatif, yaitu Sunset Run dan Sunrise Run. Inovasi ini menambah daya tarik bagi para peserta dan penonton. Konsep unik ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari di lintasan balap ikonik tersebut.
Antusiasme Pemerintah Daerah dan Peserta
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik event Lomba Lari Sirkuit Mandalika ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah semangat pemerintah daerah dalam menggelar event-event besar lainnya. "Hari ini dapat sehatnya dapat juga pariwisatanya," katanya, menekankan manfaat ganda acara tersebut.
Gubernur Iqbal juga meminta para peserta untuk membagikan kesan positif mereka tentang Mandalika dan NTB di media sosial. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah. Janji untuk menggelar acara serupa tahun depan menunjukkan komitmen kuat pemerintah provinsi.
Direktur Marketing PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menjelaskan alasan pemilihan Lombok sebagai lokasi. Sebelumnya identik dengan Bandung, Lombok dipilih untuk mendekatkan para pencinta olahraga lari di Indonesia bagian tengah dan timur. "Uniknya, pelari akan merasakan sensasi berbeda dengan berlari di lintasan balap Sirkuit Mandalika," jelasnya.
Event ini berhasil menarik 9.000 peserta, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Pihaknya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong kebiasaan olahraga lari. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews