Sengketa Pilkada pakai sistem online, pemohon tak perlu hadir ke MK

Senin, 14 Mei 2018 17:13 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Anwar Usman bacakan sumpah jabatan Ketua MK. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman di Istana Merdeka, Jakarta. Usman mengatakan pertemuan itu membahas persiapan sengketa pilkada.

"Persiapan untuk menyelesaikan persengketaan Pilkada kalau nanti ada yang masuk dengan sistem yang baru istilahnya simple jadi tidak manual seperti biasanya," kata Usman di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/5)

Dia menjelaskan melalui sistem online kata Usman, masyarakat tidak perlu repot untuk mengajukan permohonan hadir ke MK dan tidak perlu tergesa-gesa untuk menyerahkan berkas permohonan.

"Jadi tidak perlu tergesa-gesa karena berdasarkan Undang-undang ada 3 hari kerja memasukkannya. Sekarang ini bisa di daerah manapun bisa mengajukan melalui simple NKRI.go.id," ungkap Usman.

Kemudian dia juga mengakui Jokowi merespons positif terkait sistem online tersebut. Jokowi pun mengapresiasi penggunaan sistem online ini.

"Beliau sangat apresiatif sekali terkait dengan sistem online," kata Usman.

Ketika disinggung apakah di dalam juga membahas terkait UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yaitu Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i yang tengah digugat oleh beberapa pihak. Dalam pasal tersebut tertuang bahwa syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

"Enggak lah enggak mungkin," ungkap Usman sambil tersenyum. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini