Sengketa Natuna Jangan Hanya Diselesaikan Lewat Narasi NKRI Harga Mati

Senin, 13 Januari 2020 22:37 Reporter : Merdeka
Sengketa Natuna Jangan Hanya Diselesaikan Lewat Narasi NKRI Harga Mati Din Syamsudin. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin mengingatkan masyarakat tidak terjebak isu rasial terkait sengketa perairan Natuna. Menurut Din, isu rasial sangat berpotensi muncul di tengah ketegangan antara pemerintah Indonesia dan China.

"Jadi kepada masyarakat luas kepada umat beragama jangan memanfaatkan dengan sentimen sektarian, ras, mau pun agama, itu tidak menguntungkan," kata Din saat diskusi bertemakan Kedaulatan RI Atas Natuna bersama Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Jakarta Selatan, Senin (13/1).

Selain itu, Din juga menilai masyarakat Indonesia kerap terjebak dengan narasi klaim Pancasilais dan NKRI Harga Mati. Menurut dia, hal tersebut tidak salah, namun untuk masalah di kawasan Natuna saat ini Indonesia lebih memerlukan kehadiran dari aksi nyata elemen terkait.

"Kita sering terjebak dengan klaim-klaim tersebut, tapi bukan soal klaimnya tapi kehadiran kita dari Sabang sampai Merauke itu," lanjut Din.

Untuk itu, Din mendukung penyelesaian Natuna lebih mengutamakan jalan tengah atau the middle path. Sebab, Indonesia dapat melihat langkah strategis yang lebih tepat dan terukur.

"Jalan tengah ini pada hemat saya tidak berarti kita gamang goyang dalam prinsip, kita tetap terukur dalam prinsip namun luas dalam artikulasi," terang Din.

Din juga menyinggung terkait cara diplomasi yang diajarkan Bung Karno terkait Trisaktinya. Pertama, kemandirian kedaulatan dalam politik, berdaulat secara politik. Kedua, berdikari secara ekonomi, dan Ketiga berkemuliaan secara budaya bebas aktif.

"Cara Indonesia dan diplomasi Indonesia ya jalan tengah tadi," Din menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini