Semangat Menjaga Alam di Masjid Istiqlal Seperti Kisah Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 27 Februari 2021 02:31 Reporter : Merdeka
Semangat Menjaga Alam di Masjid Istiqlal Seperti Kisah Nabi Muhammad SAW Masjid Istiqlal. ©wikipedia.com

Merdeka.com - Masjid Istiqlal Jakarta kini makin asri dan kinclong usai renovasi yang menelan biaya hingga Rp 500 miliar lebih. Rumah ibadah rancangan Presiden Soekarno yang dibangun di bekas Taman Wilhelmina dengan luas lahan 12 hektare itu semakin membanggakan.

Layaknya harapan Sang Proklamator Kemerdekaan, "Saya ingin Masjid Istiqlal tidak hanya tahan ratusan tahun, tetapi ribuan tahun!."

Pembangunannya semakin adaptif dengan memperhatikan lingkungan dan kebencanaan. Seperti lintasan anak sungai Ciliwung ditata, pepohonan lama dipertahankan, ruang terbuka ditanami pohon baru.

Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar berharap tempat tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti di zaman Nabi Muhammad SAW. Kaum lansia dan penyandang disabilitas sudah dimanjakan dengan pelbagai fasilitas sesuai kebutuhan, hingga dua elevator khusus. Sementara, kaum milenial difasilitasi Wifi.

Terkait kebencanaan, Nasaruddin Umar sepemikiran dengan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo. Untuk itu, diresmikanlah Istiqlal Disaster Management Center (IDMC).

"Rasulullah sangatlah konsen terhadap alam. Beliau tegas melarang membuang kotoran ke air yang mengalir," kata Nasaruddin saat peresmian tersebut, Jumat (26/2).

Nasaruddin mengambil hadist Rasulullah yang berpesan empat hal kepada para prajuritnya sebelum berperang. Yakni jangan mengganggu perempuan dan anak, jangan mengganggu orang tua atau lansia, jangan mematahkan ranting apalagi menebang atau membakar pohon, dan jangan merusak rumah ibadah.

"Bahkan dalam riwayat lain nabi juga mengatakan bahwa ibarat esok akan terjadi kiamat, hendaklah tetap menanam pohon," ujar dia.

Dalam tradisi Islam yang diwariskan Nabi Muhammad SAW, kata Nasaruddin, menyiram tanaman atau rumput yang kuning dan mengering merupakan sedekah. Termasuk jika tanaman itu dimanfaatkan oleh hewan untuk pakan atau pun tempat tinggal.

Nasaruddin juga menceritakan, selama hidupnya Nabi Muhammad SAW ikut berperang sekitar 27 kali. Ada momen di mana Rasulullah perlu buang air dan para sahabat bermaksud menebangi pohon untuk dijadikan sekat penutup, namun malah dilarang.

Dengan mukjizat Allah, pepohonan yang ada di sekitar Nabi Muhammad bergerak dan menutupinya. Ini selayaknya ungkapan 'kita jaga alam, alam jaga kita'.

"Rasulullah bahkan memarahi sahabat yang membakar sarang semut yang mengigitnya. Rasulullah juga senantiasai menegaskan untuk selalu menjaga keasrian lingkungan. Betapa Rasulullah sangat sayang dan peduli terhadap alam dan lingkungan hidup," ujar Nasaruddin.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambahkan, kewajiban manusia tidak hanya menjaga hubungan baik dengan Tuhan dan sesama, tapi juga dengan alam.

"Hablum minal 'alam, maknanya juga memakmurkan lingkungan hidup. Dalam konteks kebencanaan alam, hal paling utama justru bukan pada penanganan pasca bencana atau masa tanggap darurat, tetapi justru pada faktor mitigasi, faktor pencegahan. Semakin kita memakmurkan lingkungan, semakin alam bersahabat dengan kita. Kita jaga alam, alam jaga kita," kata Doni.

Doni juga menyambut paparan Nasaruddin yang menekankan pentingnya menjaga dan mencintai alam. Diharapkan para ulama juga dapat tidak lupa menyampaikan pentingnya hal tersebut.

"Jika ajaran hablum minallah dan hablum minannas sudah sering disampaikan para ustaz dan da'i, maka kiranya ke depan bisa ditambakan satu pesan Islami yang lain yakni hablum minal 'alam," Doni menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Masjid Istiqlal
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini