Selamatkan 12 budak di Depok, Cornelis Chastelein layak dikenang
Merdeka.com - Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) masih tidak habis pikir soal pelarangan pembangunan Tugu Cornelis Chastelein oleh Pemerintah Kota Depok. Terlebih, pelarangan pembangunan itu terjadi di lahan milik mereka.
Salah seorang pengurus YLCC sekaligus pencetus ide pembuatan tugu, Yano Jonathan menilai Pemkot Depok kurang mendalami sejarah kota. Dirinya membandingkan dengan kota-kota lain, seperti Bogor, Jakarta dan Bandung yang terus menjaga sejarah peninggalan Belanda.
"Seperti di Bandung, ada peninggalan teropong Boscha yang dibangun oleh Belanda, Karel Albert Rudolf Bosscha. Terus di Bogor banyak peninggalan Belanda juga. Apalagi di Jakarta, di sana Kota Tua benar-benar dirawat. Tapi di Depok itu kan kurang sekali. Orang tahunya cuma Belanda Depok yang sebenarnya olok-olokkan saja," kata Yano kepada merdeka.com, Senin (8/9).
Pihaknya makin aneh lantaran Chastelein dianggap sebagai penjajah Belanda pada umumnya. Yano membenarkan bila tuan tanah Depok itu merupakan penjajah, namun mempunyai sifat berbeda.
"Saya juga aneh, ada Belanda seperti dia. Dia itu beda (baik). Keluar dari penjabat VOC dan dia membebaskan budak, lalu beli tanah di Depok," ujarnya.
Tidak sampai di situ, hingga saat ini Yano mengaku sulit menemukan makam Chastelein. Bahkan, dari 12 keluarga budak Chastelein, yakni Jonathan, Leander, Baras, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Thoelens, Isakh, Sudiro dan Zandhock, juga tidak ada yang mengetahui posisi makam tersebut.
Dari 12 marga itu, kata Yano, mereka memiliki cerita berbeda-beda soal sosok Chastelein. Keseluruhannya mempunyai pasti menceritakan hal positif tentang si tuan tanah tersebut.
Maka itu, pihaknya merasa harus adanya hal yang mengingat sosok Chastelein. Sebabnya Cornelis dan 12 budaknya yang pertama membangun Depok.
"Selain tugu, seharusnya ada satu nama jalan di Depok pakai nama Cornelis Chastelein. Dia kan juga berjasa bagi Depok. Tapi, yang penting kita ingin agar Tugu Cornelis Chastelein itu bisa dilanjutkan pembangunannya," jelasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Depok melarang pembangunan Tugu Cornelis Chastelein dengan alasan yang tak jelas. Tugu yang baru setengah dibuat ini berdiri di halaman Rumah Sakit Harapan, Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat, dianggap tidak berguna lantaran Chastelein merupakan penjajah. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya