Selama Lebaran, kunjungan Museum Angkut di Batu meningkat

Kamis, 23 Juli 2015 15:06 Reporter : Darmadi Sasongko
Selama Lebaran, kunjungan Museum Angkut di Batu meningkat Museum Angkut di Batu. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Museum Angkut di Batu menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat. Selama Lebaran Idul Fitri 1436 H, ribuan orang berwisata sekaligus belajar di berbagai wahana yang disediakan.

Tingkat kunjungan para wisatawan selama Lebaran mengalami peningkatan 2 kali lipat dibandingkan hari biasa. Kepadatan sangat dirasakan sejak Lebaran hari pertama, Jumat (17/7) hingga Lebaran H+5 sekarang.

"Selama liburan kunjungan kira-kira 2.500 orang lebih, meningkat 2 kali lipat lebih, dibanding hari biasa," kata Titik S Aryanto, manager operational Museum Angkut di Museum Angkut, Batu, Kamis (23/7).

Pantauan Merdeka.com di lokasi, sejak pukul 09.00 WIB, para pengunjung sudah mulai mengantre di loket masuk. Kendati penjualan loket baru dibuka pukul 10.00 WIB dan pintu masuk mulai dibuka pukul 11.00 WIB.

Pengelola sendiri sejak awal sudah mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung. Karena itu sejak awal sudah menyediakan lokasi parkir baik di dalam komplek Museum Angkut maupun di luar museum.

"Sejak awal Lebaran kita ekstra melayani para pengunjung. Rata-rata memang dari luar Malang," tegasnya.

Aneka koleksi kendaraan angkut, baik modern maupun tradisional bisa ditemukan di Museum Angkut. Termasuk kendaraan-kendaraan bernilai sejarah di masa lalu. Khusus selama Lebaran, Museum Angkut menggelar parade aneka superhero dengan mengendarai mobil-mobil kuno. Ada 40 talent yang dilibatkan dengan berkostum superhero mengajak berdansa di area Gangster Town. Para pengunjung diberi kebebasan menari dan berpose dengan mereka.

"Masyarakat sangat tertarik dengan mobil koleksi-koleksi kita yang tidak pernah ditemui di jalanan umum. Mereka bisa mendekati dan berfoto bersama, bahkan untuk jenis tertentu bisa dinaiki," katanya.

Achmad Marzuki (45), warga Bekasi sengaja mengajak istri dan dua anaknya berlibur ke Museum Angkut. Sambil berlebaran di Kediri sekaligus berlibur ke Batu.

"Anak-anak menyukai koleksi mobilnya, banyak yang belum pernah dilihat sebelumnya. Mereka juga suka saat bertemu kendaraannya Batman," katanya.

Sementara itu, Martinus Wirawan (18) mengaku sengaja ke Museum Angkut karena tertarik untuk mencoba Flight Simulator. Warga asal Jakarta ini ingin melanjutkan sekolah menjadi pilot. Dia diberitahu saudaranya kalau baru dibuka wahana Flight Simulator di Museum Angkut.

"Dari dulu pingin jadi Pilot. Ini benar-benar seperti suasana kokpit. Dulu pernah coba di mall tapi tidak seperti ini," kata Martinus Wirawan.

Simulator flight sendiri merupakan wahana baru di Museum Angkut. Pihak pengelola menyediakan pesawat Boeing 737 type A-200 untuk merasakan sensasi di dalam kokpit pesawat. Selain itu juga didampingi seorang instruktur yang juga seorang pilot.

"Belajar sambil menambah wawasan. Simulasi ini seperti terbang di pesawat yang sesungguh. Semua menggunakan panel instrumen Boeing 737 seri 200," kata Glenn, pilot instruktur wahana tersebut.

Seluruh program simulator, semua seperti aslinya. Seorang pengunjung bisa membuat rute penerbangan sesuai keinginan. Semua sudah didesain sesuai kondisi Bandara tempat take off maupun landing. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini