Selama jadi wagub, kebijakan Gus Ipul sudah menyentuh masyarakat bawah di Jatim

Eko yakin, dengan melihat perkembangan yang ada, Gus Ipul akan meneruskan kebijakan-kebijakan Pakde Karwo. Karena, kebijakan Pakde Karwo merupakan kebijakan bersama selama ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Selama jadi wagub, kebijakan Gus Ipul sudah menyentuh masyarakat bawah di Jatim
Gus Ipul blusukan di Pasar Rakyat Blega Bangkalan Madura. ©2018 Merdeka.com

Pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur harus membuat kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kebijakan tersebut harus ril dan bukan hanya program untuk menarik simpati masyarakat saja.

Dalam survei yang dilakukan PolMark Indonesia, ada enam isu kebijakan prioritas yang harus ada dalam program-program unggulan paslon. Keenam isu ini menjadi pilihan responden, karena menyangkut hajat orang banyak yakni, lapangan pekerjaan yang mendapatkan nilai 24,5 persen, biaya hidup mahal yang memperoleh nilai 20,3 persen, pendidikan berkualitas dan tuntas dengan 13,7 persen, persoalan korupsi mendapat pilihan 11,9 persen, layanan akses kesehatan 10,4 persen, dan pembangunan infrastruktur dengan perolehan 6,6 persen.

Isu kebijakan ini sudah ada pada kedua paslon (Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno). Dari kedua paslon, Saifullah Yusuf memiliki nilai paling tinggi telah melakukan kebijakan-kebijakan tersebut. Karena posisinya sebagai Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Soekarwo, maka kebijakan-kebijakan yang dihasilkan masih dirasakan masyarakat.

Gus Ipul di Pasar Benowo ©2018 Merdeka.com

Bahkan, Saifullah Yusuf yang memiliki jabatan Wakil Gubernur mendapatkan tingkat kepuasan kinerja cukup tinggi. Masyarakat mengaku, kepuasan terhadap Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf mencapai 68,8 persen, sedangkan masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Gus Ipul sebesar 10,5 persen, dan masyarakat yang tidak memberikan penilaian sebesar 20,6 persen.

"Saya rasa tingkat kepuasan ini bisa dibawa Gus Ipul, kebijakan yang mengandung enam keinginan masyarakat harus dipertahankan, atau dikembangkan kembali," kata Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Research Center kepada Merdeka.com, Minggu (18/3).

Eko menilai, saat ini masyarakat sudah cerdas dan mengetahui bagaimana paslon bekerja. Paslon nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak juga mendapatkan simpati dari masyarakat, karena sifat kebijakannya nasional maka kebijakan tersebut masih belum bisa dirasakan. Apalagi, kebijakan setingkat menteri sama dengan kebijakan Presiden yang dijalankan menteri.

Meski demikian kedua paslon ini memiliki nilai positif dan negatif, keduanya harus meningkatkan kinerja supaya masyarakat merasakan apa yang dilakukan. Jangan sampai sudah merasa kerja keras dengan berbagai program, tetapi masyarakat tidak merasakannya. "Bedanya di situ, Bu Khofifah kebijakan tingkat nasional kalau Gus Ipul bersifat lokal, jadi kebijakan Gus Ipul bisa lebih dirasakan," terang Eko.

Eko yakin, dengan melihat perkembangan yang ada, Gus Ipul akan meneruskan kebijakan-kebijakan Pakde Karwo. Karena, kebijakan Pakde Karwo merupakan kebijakan bersama selama ini. Jadi bisa diketahui, kalau kebijakan yang mendapatkan nilai positif dari masyarakat sangat membantu Gus Ipul.

"Gus Ipul kan tinggal meneruskan dan melakukan inovasi. Semua masyarakat tahu kalau kebijakan provinsi Jatim mendapatkan nilai positif dari nasional," papar dia.

Rekomendasi