Selain Gunung Krakatau, 5 Gunung Ini Juga Aktif dan Bahaya

Kamis, 27 Desember 2018 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Selain Gunung Krakatau, 5 Gunung Ini Juga Aktif dan Bahaya Gunung Krakatau. REUTERS

Merdeka.com - Gunung berapi menjadi gunung yang paling berbahaya di dunia. Salah satunya Gunung Krakatau. Ada dua jenis gunung berapi di dunia, gunung berapi aktif dan non aktif. Gunung berapi aktif sewaktu-waktu bisa meletus, sedangkan gunung berapi non aktif sudah tidak lagi meletus. Selain itu, dikenal pula gunung berapi tidur. Kondisinya memang terlihat seperti tak aktif, tapi akan meletus untuk waktu yang tak bisa diprediksi.

Efek gunung berapi bisa menjalar ke mana-mana. Misal gempa atau bahkan tsunami, seperti yang terjadi di Banten dan Lampung. Indonesia merupakan salah satu negara yang di kelilingi banyak gunung berapi. Ada tiga gunung yang meledak luar biasa, yaitu Gunung Krakatau, Gunung Tambora dan Gunung Toba.

Selain ketiga gunung ini, ada beberapa gunung berapi yang berbahaya lainnya di Indonesia. Inilah gunung berapi paling berbahaya di Indonesia selain Gunung Krakatau:

1 dari 5 halaman

Gunung Sinabung

rev1Gunung Sinabung. ©REUTERS/Roni Bintang

Sinabung di Sumatera Utara menjadi gunung berapi aktif sejak 2010. Letusan mulai terjadi sejak 19 Februari 2018 dan berlangsung hingga kini. Pada 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan lava. Pada 19 Februari 2018 pukul 08.53 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus dengan mengeluarkan abu dan awan panas yang menyelimuti bangunan di sekitarnya. Dengan selamat tidak ada korban jiwa atau luka parah.

Warga sulit bepergian, karena semua jalan tertutup oleh kabut panas. Dan 6 April 2018 pukul 17.30 WIB, terjadinya gempa pada Gunung Sinabung dengan memuntahkan awan panas di area gunung.

2 dari 5 halaman

Gunung Semeru

rev1Gunung Semeru. ©2015 Merdeka.com

Sudah beberapa kali Gunung Semeru mengalami erupsi, yang paling di sorot adalah apda 1 Desember 2017 dan Oktober 2018. Bagi pendaki yang sering mengunjungi gunung ini, disarankan agar tak menuju kawah Jonggring Saloko, dan menuju sebelah selatan gunung, karena adanya gas beracun dan aliran lahar.

Semeru yang berada di Jawa Timur memiliki gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel. Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa.

3 dari 5 halaman

Gunung Agung

rev1Gunung Agung meletus. ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Gunung Agung di Bali juga pernah "mengamuk" pada 1963. Saat itu, letusan Gunung Agung mampu menewaskan hingga 1.549 orang. Jumlah itu berdasarkan data laporan Kepala Bagian Vulkanologi Direktorat Geologi Djajadi Hadikusumo ke UNESCO.

Selain itu, sekitar 1.700 rumah hancur, sekitar 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian, dan sekitar 100.000 jiwa harus mengungsi.

4 dari 5 halaman

Gunung Salak

rev1Gunung Salak. ©2014 Merdeka.com/Wikimedia Commons/Hiroshi sanjuro

Gunung Salak terletak di Bogor, Jawa Barat. Gunung berapi ini merupakan gunung api strato tipe A. Puncak tertinggi (Puncak Salak I) menurut Hartmann (1938) adalah puncak berusia tertua. Puncak Salak II berketinggian 2.180 m dpl dianggap yang tertua kedua. Selanjutnya muncul Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Terdapat sejumlah kawah aktif yang tidak berada di puncak. Kawah terbesarnya adalah Kawah Ratu yang merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu.

Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.

5 dari 5 halaman

Gunung Rinjani

rev1Rinjani. ©trekkingrinjani.com

Gunung yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini menjadi gunung berapi kedua kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Munculnya Rinjani akibat dari letusan Gunung Samalas. Letusan Samalas diyakini lebih besar daripada letusan Krakatau. Karena letusannya mampu mengubah iklim mendadak di abad pertengahan untuk wilayah Eropa dan sekitarnya. [has]

Baca juga:
Mengenal 3 Anak Gunung Krakatau, Salah Satunya Timbulkan Tsunami Banten
Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Wilayah di Cilegon dan Serang Diselimuti Abu
Gunung Anak Krakatau Terus Alami Kegempaan, Status Waspada
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Jadi Siaga
Kapal Ferry Bantu Evakuasi Ribuan Pengungsi Tsunami dari Pulau Sebesi
PVBMG Duga Dentuman Keras Berasal dari Anak Gunung Krakatau

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini