Sekda Jabar pastikan Tol Soroja selesai pekan depan

Rabu, 15 November 2017 02:46 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Pembangunan Tol Soroja. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Masyarakat sudah bisa menggunakan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) pada awal Desember 2017 ini. Seluruh pengerjaan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini sudah memasuki tahap akhir dan tinggal melengkapi aksesoris penunjang jalan.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, kepastian itu dilakukan usai pihaknya bersama Direktur Utama Citra Marga Lintas Jabar Bagus Medi Suarso melakukan pengecekan langsung kesiapan jalan sepanjang 11 kilometer pada Selasa (14/11). Selain jalan sarana penunjang lainnya juga seperti pembatas jalan dan gerbang tol pun sudah kokoh berdiri.

"Melihat kondisi terakhir di lapangan, penyelesaian pengerjaan kelengkapan jalan tol akan mampu diselesaikan sebelum akhir November 2017. Hanya tinggal pemasangan marka jalan, Penerangan Jalan Umum (PJU), pemasangan CCTV, dan finishing lainnya," ujar Iwa seraya menyebut total keseluruhan jalan tol sudah sesuai dengan laporan pengerjaan, yakni 98,88 persen.

Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) Bagus Medi Suarso menyatakan Tol Soroja siap dengan lima pintu gerbang tol yang berada di Soreang, Margaasih, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur, Pasir Koja.

"Semuanya menggunakan e-tol. Sepanjang Tol Soroja akan dipasang full penerangan, sehingga masyarakat yang melintas tidak perlu khawatir terkait keamanan di sepanjang Jalan tol," katanya.

Pemasangan CCTV di sepanjang jalan pun akan dilakukan untuk memantau langsung arus lalu lintas sekaligus memudahkan petugas dalam menangani jika ada kecelakaan atau kendala di lapangan.

"Setiap 1 Kilometer, ada CCTV, jadi enggak perlu lagi ada yang patroli, " katanya.

Jarak tempuh yang bisa ditempuh oleh pengguna Tol Soreang Pasirkoja (Soroja) dari Gerbang Tol Soreang hingga Gerbang Tol Pasirkoja adalah 10 menit dengan kecepatan 80 kilometer/jam dan diklaim bisa mengefektifkan waktu perjalanan masyarakat, baik dari arah Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung maupun arah sebaliknya.

"Kalau di kecepatan maksimal, yaitu 80 km/jam, bisa 10 menitan, " paparnya. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Pembangunan Infrastruktur
  2. Bandung
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.