Sejoli Tewas Tanpa Busana Dalam Mobil Diduga Keracunan Karbon Monoksida
Merdeka.com - Hasil visum sejoli ditemukan tewas di dalam mobil di atas KMP Nusa Putra menunjukkan tidak ada tanda kekerasan di tubuh keduanya. Tetapi diduga keduanya sempat melakukan hubungan intim berdasarkan tanda-tanda yang ditemukan di tubuh korban wanita sebelum ditemukan tewas.
Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana, mengatakan kedua korban bukan pasangan suami istri.
"Jadi berdasarkan hasil visum memang didapati di bagian vagina sperma, kemudian keduanya juga bukan suami istri," kata Yudhis, Senin (27/7).
Diduga, keduanya tewas karena keracunan karbon monoksida saat berada di dalam mobil, namun pihaknya masih menunggu hasil autopsi. Saat ini, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.
"Dugaan kita penyebab kematian karena keracunan karbon monoksida. Tapi untuk memastikan itu kita masih nunggu hasil autopsi," ujar dia.
Buntut kejadian itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah VIII Provinsi Banten akan mengirimkan imbauan kepada para pengusaha kapal di Penyeberangan Merak - Bakauheni untuk menegaskan kembali peraturan bagi penumpang kapal, agar tidak berada di dalam kendaraan pada saat kapal sedang berlayar.
Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi, mengatakan berdasarkan peraturan yang telah ditentukan pemerintaj, saat kapal berlayar penumpang dilarang berada di dalam kendaraan karena berbahaya bagi nyawa penumpang itu sendiri.
Nurhadi menegaskan terkait keamanan dan keselamatan penumpang kapal pada saat berlayar, merupakan tanggung jawab nahkoda atau operator kapal.
"Dengan adanya dua penumpang yang tewas di atas kapal Nusa Putra, kita hari ini telah bersurat kepada semua pengusaha kapal yang ada di Banten untuk menegaskan kembali peraturan terkait keselamatan dan keamanan penumpang pada saat didalam kapal," jelas Nurhadi, Senin (27/7).
Sementara itu, Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan (TSDP) pada BPTD wilayah VIII Provinsi Banten Rendra mengatakan, pada saat berlayar mengantarkan penumpang, nahkoda harus melakukan pengawasan dengan menempatkan petugas untuk memastikan tidak ada penumpang di dalam kendaraan.
Terkait itu Rendra menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengawasan dan imbauan kepada pengusaha dan nahkoda kapal agar melakukan peraturan yang telah ditentukan dalam rangka untuk memberikan keselamatan dan keamanan penumpang.
"Jadi apabila ditemukan pengusaha yang membandel atau tidak melakukan hal tersebut maka kita akan memberikan peringatatan hingga mencabut izin beroperasinya kapal," ujarnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya