Sebagian pekerja gudang kembang api terbakar selamat usai bobol tembok
Merdeka.com - Seorang pria bernama Iwan (35) mencari saudara perempuannya bernama Sani dan Saroh yang tewas akibat kebakaran gudang kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Iwan menyambangi posko Antemortem di RS. Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dia mengaku saudarinya bekerja sebagai karyawan packing di PT. Panca Buana tersebut sekitar sebulan lebih. Dia berharap, ahli forensik dapat menemukan hasil identifikasi saudarinya yang meninggal.
"Mau nyari saudara, saya tadi sama suaminya. Suaminya sudah datang cuma saya lagi nyari," kata Iwan di Posko Antemortem, RS. Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/10) malam.
Iwan mengaku bekerja di pabrik dekat gudang tersebut. Dia menceritakan, seluruh karyawan pabrik terjebak di dalam gudang tersebut.
"Karyawan di dalam. Jadi pertolongan sudah enggak ada, terjebak di dalam. Polisi di situ juga banyak, sudah enggak bisa apa-apa, takut kan, mercon itu meletus melulu," ujar Iwan.
Sejumlah karyawan yang terjebak, berusaha menghancurkan tembok pabrik untuk menyelamatkan diri. Sebab, pihak pertolongan terlambat datang.
"Ya cuma berapa orang yang selamat. Itu juga bobol tembok. Mobil pemadam terlambat datang," tuturnya.
"Sekitar pukul 09.00-11.00 WIB, ke atas baru datang. Pada panik, pada nyari semua, cuma sama polisi enggak dikasih masuk. disuruh nunggu di luar," imbuhnya.
Dia melanjutkan, ledakan terjadi beberapa kali. Namun ada satu ledakan yang sangat dahsyat. Hal itu pun membuat warga makin panik dan berlarian.
"Kayak ledakan bom mungkin sekitar 10 meter ngegulung ke atas. Itu yang paling dahsyat, kalau yang kecil-kecil mah banyak. Yang dahsyat satu itu," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya