Saut Situmorang Kecewa Gagal Peluk Jokowi Jelang Pensiun dari KPK

Selasa, 10 Desember 2019 20:39 Reporter : Merdeka
Saut Situmorang Kecewa Gagal Peluk Jokowi Jelang Pensiun dari KPK Pertemuan membahas Perppu KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang gagal memeluk Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat pembukaan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 yang diselenggarakan di Gedung Penunjang KPK, pada Senin, 9 Desember 2019.

Di hari pembukaan Hakordia, Saut berharap Jokowi hadir untuk memberikan sambutan. Saut juga berharap bisa memeluk mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebelum purna-tugas.

Pada perayaan Hakordia 2019, sejatinya KPK mengundang Jokowi untuk membuka acara tahunan tersebut. Namun rupanya Jokowi memilih ke SMKN 57. Alhasil, pembukaan Hakordia 2019 di KPK dibuka oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

1 dari 2 halaman

Saut mengaku sedikit kecewa tak bertemu Jokowi sebelum purna-tugas. Saut dan pimpinan KPK jilid IV diketahui akan mengakhiri masa jabatan pada 20 Desember 2019 mendatang.

"Ya 50:50 lah (kecewa tak bisa peluk Jokowi)," ujar Saut di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Meski sedikit kecewa, namun Saut menyatakan dirinya tak pernah membenci Jokowi.

"Jadi enggak boleh ada rasa benci terhadap pemimpin negara. Tetapi jangan juga berhenti mengkritik pemimpin dan negara," kata Saut.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Saut Situmorang berharap Presiden Joko Widodo hadir dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di gedung KPK, Jakarta Selatan pada Senin (9/12). Dia menyebut pimpinan KPK akan memeluk Jokowi sebelum habis masa jabatannya.

"Saya masih berharap hadir lah, apakah Wapres hadir atau Pak Jokowi hadir. Pak Jokowi lah yang hadir untuk bisa bersalaman terakhir kali, salam-salaman sama kami berlima. Kalau perlu meluk presidennya," kata Saut di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Apa Mungkin Koruptor di Indonesia Dihukum Mati?
PKS Setuju Badan Antikorupsi Masuk UUD 1945
Fahri Nilai Dewan Pengawas KPK Lebih Penting daripada Hukuman Mati Koruptor
Kediaman Dirut BPR Indramayu Digeledah KPK
Dalami Kasus Suap Supendi, KPK Geledah BPR Indramayu
DPR Tantang Jokowi Tak Hanya Wacana Soal Hukuman Mati Koruptor

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini