Satu-satunya Jerapah di KBS mati
Merdeka.com - Kebun Binatang Surabaya kehilangan koleksi satu-satunya jerapah berjenis kelamin jantan asal Afrika. Jerapah yang berumur 30 tahun, akhirnya mati setelah mengalami masa kritis karena tiba-tiba ambruk.
Jerapah (Giraffa Camelopardalis Reticulata) Afrika itu mati pada Kamis (1/3) malam, yaitu sekitar pukul 21.00 WIB. "Benar, tetapi keterangan resminya nanti," kata Humas Kebun Binatang Surabaya (KBS) Anthan Warsita di Surabaya, Jumat (2/3).
Anthan mengatakan seperti biasanya kalau ada satwa yang mati langsung dikubur di kompleks KBS. Sebelumnya dilaporkan "keeper" (penjaga) jerapah KBS menjelang pukul 06.45 Wib, Kamis (1/3), satwa itu tiba-tiba ambruk dan tidak bisa berdiri di kandangnya.
Tim dokter hewan KBS sempat melakukan tindakan medis dengan memasangkan infus di tubuh jerapah. Bahkan setelah sekitar tiga jam upaya tim Dokter hewan KBS untuk membuat posisi jerapah berdiri akhirnya berhasil, tetapi beberapa saat kemudian jerapah kembali ambruk.
Menurut Anthan, berdasarkan catatannya, jerapah ini sejak 2010 menjadi satu di antara satwa koleksi KBS dalam pengawasan, sekaligus tergolong sebagai satwa tua yang tanpa pasangan. "Bisa jadi memang karena stres karena lama tidak punya pasangan," katanya. Menurut dia, pada umumnya harapan hidup jerapah antara umur 35-40 tahun.
Dengan matinya jerapah saat ini, maka Kebun Binatang Surabaya tidak memiliki jerapah lagi. "Untuk penambahan jerapah bisa saja dilakukan nanti," katanya. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya