Satu Keluarga di Way Kanan Dibunuh dan Dikubur di Septic Tank, Pelaku Kerabat Korban

Kamis, 6 Oktober 2022 16:34 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Satu Keluarga di Way Kanan Dibunuh dan Dikubur di Septic Tank, Pelaku Kerabat Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Way Kanan. Antara

Merdeka.com - Polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap satu keluarga di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Dua pelaku yang merupakan anak dan bapak dan masih kerabat korban ditangkap polisi.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap pelaku berinisial DW (17) dan E (50). Selain pelaku, polisi juga mengamankan satu batang besi sepanjang 1,5 meter, satu unit telepon genggam, dan satu bilah kapak sebagai barang bukti pembunuhan.

"Gabungan tim Tekab 308 Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan," kata Kepala Polres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rachesn saat merilis pengungkapan kasus pembunuhan tersebut di Mapolres Way Kanan, Kamis.

2 dari 4 halaman

Kronologi Pembunuhan

Kronologi penangkapan pelaku berlangsung pada Rabu (5/10) kemarin pagi. Pelaku DW ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Setelah ditangkap dan dimintai keterangan, pelaku diminta untuk menunjukkan tempat dikuburnya korban.

Selanjutnya anggota Polsek Negara Batin bersama dengan perangkat kampung setempat mendatangi lokasi diduga tempat dikuburnya korban Juwanda (26) yang dilaporkan hilang oleh warga Kampung Marga Jaya.

Berdasarkan pengakuannya, pelaku DW melakukan pembunuhan bersama E (ayah kandungnya). Selanjutnya polisi menangkap pelaku E di rumahnya di Dusun Sukajaya, Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, pada Rabu (5/10) sore.

3 dari 4 halaman

Korban Dilaporkan Hilang dan Motif Pembunuhan

Teddy mengatakan pengungkapkan kasus pembunuhan itu berawal dari laporan warga ke Polsek Negara Batin pada 1 Juli 2022 mengenai orang hilang dengan identitas korban bernama Juwanda (26), warga Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Korban tidak diketahui keberadaannya sejak 24 Februari 2022 dan ada kejanggalan atas perginya orang tersebut. Kemudian, kepala desa berkoordinasi dengan Polsek Negara Batin, lalu dilakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke salah satu pelaku.

Polisi melakukan interogasi terduga pelaku DW dan yang bersangkutan mengakui perbuatan membunuh korban Juwanda dengan dibantu ayah kandungnya E. Kedua pelaku pembunuhan tersebut masih merupakan kakak tiri serta keponakan korban.

Korban Juwanda dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika sedang tidur di rumah. Jasad dibawa menggunakan mobil pikap ke areal tebu/kebun singkong dan dikubur oleh pelaku.

"Motif pembunuhan itu karena pelaku sering bertengkar dengan korban menyangkut masalah warisan," kata Kapolres.

"Saat ini kami bersama tim Inafis dan Dokkes Bhayangkara Polda Lampung masih melakukan penggalian tempat diduga kuburan korban pembunuhan dan akan dilanjutkan untuk dilakukan autopsi," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Korban Masih Keluarga

Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka W juga mengaku melakukan pembunuhan terhadap empat korban lainnya, yakni ayah kandung pelaku E (kakeknya) bernama Zainudin, ibu tiri pelaku Siti Romlah (45), kakak kandung pelaku E bernama Wawan Wahyudin (55), dan terakhir keponakan pelaku Zahra yang masih berusia 6 tahun.

Pelaku membunuh keempat korban dalam satu waktu dengan menggunakan kapak, kecuali korban Zahra dicekik. Jasad keempat korban dimasukkan ke sumur yang sudah digunakan sebagai septik tank di belakang rumah korban, kemudian ditutup dan dicor menggunakan semen.

"Atas perbuatan bersangkutan pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun, namun bisa berkembang apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan sehingga dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup," tandasnya, dikutip Antara. [gil]

Baca juga:
Pegawai Bea Cukai Tembilahan Jadi Tersangka Pembunuhan Haji Permata
Sering Bicara Kasar, Perempuan di Kampar Digorok Ayahnya
Waria Tewas Membusuk dalam Salon di Kabupaten Bekasi, Diduga Dibunuh Orang Dekat
Seorang Nenek di Sragen Bunuh Anaknya Pakai Cangkul dan Batu
Miris, Seorang Ibu di Sragen Tega Bunuh Anak Kandung Sendiri karena Malu
Jurnalis Filipina Pengkritik Presiden Marcos Tewas Ditembak
Ucapan Terakhir Petugas Dishub Makassar usai Ditembak: Terdengar La Ilaha Ilallah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini