Satpam di Denpasar Produksi Cokelat Rasa Ganja, Diedarkan ke Luar Kota

Senin, 8 Agustus 2022 23:00 Reporter : Moh. Kadafi
Satpam di Denpasar Produksi Cokelat Rasa Ganja, Diedarkan ke Luar Kota Tersangka Ricard di Mapolsek Denpasar Barat, Senin (8/8). ©2022 Merdeka.com/HO-Humas Polresta Denpasar.

Merdeka.com - Seorang satpam bernama Ricard Fajariadi (26) diringkus Polsek Denpasar Barat, Bali. Dia tertangkap tangan memiliki narkotika jenis ganja dan memproduksi cokelat rasa ganja.

Pelaku sehari-hari bertugas sebagai satpam di rumah indekos di kawasan Denpasar. Dia ditangkap di rumahnya, Jalan Tangkuban Perahu, Pondok Purnawira, Kelurahan Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (5/8) sekitar pukul 13:00 Wita.

"Di tempat pelaku kami amankan paket ganja dan juga di kamar pelaku diamankan kurang lebih sekitar dua liter rendaman batang ganja dengan menggunakan alkohol. Dari pengakuan pelaku, air rendaman ini akan dimasak dicampur dengan cokelat lalu dibekukan kembali dan selanjutnya akan dikirim lagi ke luar kota," kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Made Hendra Agustina, Senin (8/8).

2 dari 2 halaman

Ditangkap saat Terima Paket

Terungkapnya aksi pelaku berawal dari informasi yang didapat petugas bahwa akan ada pengiriman paket ganja dari Surabaya, Jawa Timur, melalui jasa perusahaan ekspedisi ke TKP pada Kamis (4/8). Keesokan harinya, polisi melakukan control delivery paket itu. Setelah paket itu diterima, pelaku langsung ditangkap dan digeledah.

Dari penggeledahan itu ditemukan paket itu berisi buntalan lakban warna cokelat. Setelah dibuka didapati daun, batang dan biji ganja dengan berat bruto 1.070 gram dan berat netto 952 gram.

Kamar pelaku juga digeledah. Petugas menemukan ember warna orange dengan tutup warna biru berisikan cairan alkohol rendaman batang ganja dan satu bungkus cokelat dan handphone Realme 8i hitam.

"Untuk pemilik barang sendiri oleh yang bersangkutan diakui milik kakaknya, posisinya ada di salah satu Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Pulau Sumatera, dan masih warga binaan di sana dengan kasus yang sama," imbuhnya.

Akibat tindakannya, Ricard dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) dan atau Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga:
Alasan Manajer BCL Konsumsi Narkoba: Butuh Stamina yang Kuat
Petugas Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Deodoran ke Rutan Kelas IIB Bengkayang
Eks Kepala BNN: Penyalahguna Narkotika Itu Orang Sakit, Disembuhkan Bukan Dipenjara
Polisi Tangkap Manajer BCL Terkait Kasus Narkoba
Ingin Enjoy, WN Malaysia Bawa Sabu Dikemas Kapsul Obat saat Liburan di Bali
Buronan Kasus Skimming Rp5 Miliar Ditangkap saat Edarkan Sabu di Bali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini