Satgas Sebut Pasien Covid-19 Masuk ICU Harapan Hidup Hanya 5 Persen
Merdeka.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Salah satu caranya, bersedia menjalani testing dan tracing Covid-19.
Kasubdit Tracking Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kusmedi Priharto, mengatakan testing dan tracing sangat penting agar pasien yang terjangkit Sars-Cov2 dideteksi lebih awal.
"Jadi kita justru kasihan untuk mereka yang tidak mau ditesting dan tracing karena tujuan dari tracing itu memotong tali rantai penularan. Kedua menemukan pasien dalam kondisi awal," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (19/11).
Bila pasien Covid-19 terdeteksi lebih awal, peluang untuk sembuh lebih tinggi yakni di atas 80 persen. Namun, jika pasien Covid-19 mendatangani fasilitas kesehatan dalam kondisi memburuk, peluang untuk hidup sangat kecil.
"Bayangkan kalau dia sudah masuk sampai ke ICU itu angka kehidupannya hanya 5 persen. Hanya 5 persen," katanya.
Kus menyebut, angka kematian Covid-19 di Indonesia sangat tinggi. Bahkan, persentasenya di atas rata-rata kematian Covid-19 dunia.
Data 18 November 2020, persentase kematian Covid-19 di Indonesia sebesar 3,23 persen. Sedangkan persentase kematian Covid-19 di dunia hanya 2,40 persen.
Menurut Kus, salah satu penyebab tingginya persentase kasus kematian Covid-19 di Tanah Air karena pasien datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi memburuk.
"Ini kita perkirakan mereka ditemukan sudah dalam kondisi jelek sekali," ucapnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya