Sastrawan Hamsad Rangkuti meninggal dunia
Merdeka.com - Indonesia kembali kehilangan satu lagi sastrawan terbaiknya yaitu Hamsad Rangkuti. Dia menghembuskan nafas terakhir pada usia 75 tahun di rumahnya, Gang Swadaya Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok.
Pria kelahiran Titi Kuning Medan, Sumatera Utara, 7 Mei 1943 ini dimakamkan di Pemakaman Umum Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok. Rumah duka pun ramai didatangi kerabat. Hamsad meninggalkan empat orang putera dan tiga orang Puteri, juga delapan cucu.
Istrinya, Nurwinda Sari (60) terlihat dengan setia mengikuti prosesi pemakaman. Dia hanya terduduk lesu sambil memandang pusara suaminya yang terkenal dengan kumpulan cerpen berjudul 'Bibir dalam pispot' ini.
Sebelum meninggal, Hamsad Rangkuti sempat mengalami koma selama tiga bulan. "Almarhum sempat dirawat di RSUD Depok, lalu dipindah ke RS Siloam. Memang dia memiliki sakit komplikasi salah satunya Jantung," katanya, Minggu (26/8).
Sejumlah sastrawan dan penyair rekan almarhum turut hadir. Salah satunya penyair Asrizal Nur. "Kami kehilangan seniman yang menjadi panutan, ucapan dari kami turut berduka cita, semoga almarhum diterima disisiNya. Almarhum orang baik, sederhana dan menjadi panutan para seniman," katanya.
Selanjutnya, sahabat dekat almarhum, Sutardji Calzoum Bachri juga mengucapkan turut belasungkawa karena kehilangan sahabat yang tulus dalam berkarya. "Saya turut berduka cita yang mendalam," ucap Presiden Penyair Indonesia ini.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya