Sambut Lebaran, KAI Siapkan 1.480 PJL Ekstra

Kamis, 25 April 2019 03:32 Reporter : Arie Sunaryo
Sambut Lebaran, KAI Siapkan 1.480 PJL Ekstra Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Guna mengantisipasi kepadatan lalulintas saat mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menerjunkan 1.480 Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstrim. Ribuan petugas tersebut akan ditempatkan di titik-titik rawan pada 26 Mei-16 Juni mendatang.

Direktur Utama PT. KAI Edi Sukmoro disela peresmian Klinik Mediska Solo Balapan, Rabu (24/4), mengatakan, titik rawan tersebut termasuk perlintasan. Ia menilai, perlintasan sangat penting karena pada saat lebaran nanti, tak hanya jalur kereta yang padat, namun juga arus kendaraan, khususnya mobil.

"Lebaran nanti sangat padat, penjagaan perlintasan sebidang sangat diperlukan. Sebab, kereta api terutama rangkaian panjang tidak bisa berhenti secara cepat," ujar Edi, Rabu (24/4).

Jika menggunakan rem emergencies, lanjut Edi, dibutuhkan jarak antara 800 meter-1.000 meter baru bisa berhenti. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah pengamanan ekstra di perlintasan.

Sedangkan untuk pengamanan penumpang, PT. KAI akan bekerja sama dengan TNI dan Polri. Dengan demikian, penumpang akan merasa tenang sepanjang perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan.

"KAI tidak akan pernah sebagus ini kalau tidak bergandengan dengan TNI dan Polri. Makanya sekarang kalau lihat stasiun tidak serem lagi kan," kata Edi berseloroh.

Terkait persiapan Lebaran 2019, Edi menjelaskan, saat ini Direksi dan komisaris PT. KAI sedang melakukan inspeksi dua jalur, yaitu jalur utara dan selatan. Para dereksi mempunyai untuk memastikan kesiapan stasiun antara dan stasiun tujuan, termasuk jalurnya.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dalam inspeksi itu masing-masing Kepala Daops akan menjelaskan berbagai potensi termasuk langkah-langkah antisipasinya. Misalnya, jika terjadi ambles, tindakan apa yang harus dilakukan dan sebagainya. Pemeriksaan tersebut akan selesai pada 25 April.

Sementara itu selain Klinik Mediska Solo Balapan, turut diresmikan 6 klinik lainnya. Yakni di Kabupaten Sragen, Muara Enim, Jember, Probolinggo, Banyuwangi dan Sidoarjo. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini